Pelemahan Rupiah Beri Tekanan Ganda pada Industri Manufaktur
Namun di saat bersamaan, ruang untuk menaikkan harga jual terbatas karena pertimbangan inflasi dan daya beli masyarakat.
"Akibatnya, tekanan tidak hilang, tetapi berpindah ke margin usaha," ujar Badiul kepada Kontan.
Ia mencontohkan, apabila porsi bahan baku impor mencapai 40% dari total biaya produksi dan rupiah melemah dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.100 per dolar AS, maka total biaya produksi dapat meningkat sekitar 5%-7%.
Dalam kondisi tersebut, margin laba perusahaan yang sebelumnya sekitar 10% berpotensi tergerus menjadi hanya 3%-5% apabila harga jual tidak dinaikkan.
Menurut Badiul, kondisi ini paling berat dirasakan industri makanan dan minuman, farmasi, serta manufaktur ringan yang masih bergantung pada bahan baku impor.
Ia mengingatkan, apabila tekanan berlangsung terlalu lama, perusahaan berpotensi mengurangi produksi, menunda investasi, hingga melakukan efisiensi tenaga kerja.
Karena itu, pemerintah perlu mempercepat substitusi impor, memberikan insentif bagi industri terdampak, serta menjaga stabilitas nilai tukar. "Menjaga keberlanjutan industri sama pentingnya dengan menjaga inflasi," katanya.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai kondisi yang dihadapi industri saat ini merupakan tekanan biaya dari dua arah sekaligus.
Pelemahan rupiah membuat harga bahan baku impor naik, sementara biaya kemasan dan berbagai input produksi lain yang memiliki kandungan impor juga ikut meningkat.
Persoalannya, banyak pelaku usaha tidak memiliki ruang yang cukup untuk meneruskan seluruh kenaikan biaya ke konsumen.
"Akibatnya, kenaikan biaya produksi tidak bisa sepenuhnya diteruskan ke konsumen sehingga margin keuntungan menjadi pihak yang menanggung penyesuaian," ujarnya kepada Kontan, Senin (8/6/2026).
Menurut Yusuf, apabila kondisi tersebut berlangsung lama, perusahaan akan menghadapi tekanan terhadap modal kerja, investasi, hingga kemampuan mempertahankan tenaga kerja.
Update Terbaru
Lamine Yamal dan Haaland Jadi Pemain Termahal Dunia Versi Transfermarkt
Jumat / 24-07-2026, 07:36 WIB
Menhan Baru Inggris Tegaskan Israel Lakukan Kejahatan Perang
Jumat / 24-07-2026, 07:36 WIB
Prabowo Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia Hari Ini
Jumat / 24-07-2026, 07:36 WIB
Enzo Fernandez Bertekad Bela Argentina Usai Kalah di Final Piala Dunia 2026
Jumat / 24-07-2026, 07:35 WIB
Bahaya Duduk Sambil Menyilangkan Kaki, Tak Hanya Nyeri Otot
Jumat / 24-07-2026, 07:34 WIB
Prabowo Yakin PDIP Akhirnya Akan Bersama Membela Bangsa
Jumat / 24-07-2026, 07:34 WIB
Menteri PU Ungkap Daftar Jalan Tol yang Siap Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur
Jumat / 24-07-2026, 07:34 WIB
Jadwal 4 Wakil Indonesia di Perempat Final China Open 2026
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Trump Ancam Luncurkan Serangan Terbesar ke Iran: Kami Sudah Siap
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Film Terbaru Lee Chang-dong 'Possible Love' Bersaing di Festival Film Venesia
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Gempa M 5,4 Guncang Perairan Pulau Terluar Enggano
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Zulhas Pastikan Agrinas Bayar Cicilan Kopdes ke Bank BUMN Tepat Waktu
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Eksepsi Dikabulkan, Perkara Dokter Tifa Kasus Ijazah Jokowi Tak Lanjut
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Prabowo Berantas Kebocoran Anggaran Negara Capai 30 Persen
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB







