Pelemahan Rupiah Beri Tekanan Ganda pada Industri Manufaktur
"Bila tidak ada penyesuaian harga atau subsidi dari pemerintah, banyak pabrik terancam merugi. Solusinya mengurangi jam operasional atau mengambil langkah ekstrem berupa PHK," ujarnya.
Untuk menghadapi tekanan tersebut, Kadin DKI mendorong industri melakukan efisiensi operasional, menunda ekspansi besar, serta mengurangi pemborosan di lini produksi agar margin yang tersisa masih mampu menutupi biaya dasar perusahaan.
Selain itu, pelaku usaha juga didorong memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT) yang digalakkan Bank Indonesia guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Kadin DKI juga meminta pemerintah memberikan insentif strategis, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memastikan pasokan bahan baku tetap terjaga.
Industri Tekstil dan Keramik Terdampak
Tekanan serupa dirasakan industri tekstil.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan, tidak semua industri memiliki kemampuan melakukan lindung nilai atau hedging untuk meredam risiko pelemahan kurs.
"Beberapa industri akan sulit melakukan hedging. Hanya industri yang ekspornya masih bagus yang biasanya masih mendapatkan approval hedging dari bank.
Bahkan mereka secara natural mendapatkan dolar AS dari hasil penjualan ekspor," ujar Redma kepada Kontan, Senin (8/6/2026).
Sebaliknya, industri yang berorientasi pada pasar domestik menghadapi tekanan lebih besar karena harus membeli bahan baku impor dengan kurs yang semakin mahal, sementara pendapatan diperoleh dalam rupiah.
Menurut Redma, pelemahan rupiah saat ini telah melampaui batas toleransi industri. Ia mencatat sejak awal tahun nilai tukar rupiah telah melemah hampir 8%.
Tekanan kurs tersebut juga meningkatkan peluang kenaikan harga jual ke konsumen.
Sebelumnya, industri telah menaikkan harga sekitar 15% akibat lonjakan harga bahan baku yang dipicu konflik geopolitik dan perang di sejumlah kawasan.
Update Terbaru
BI Terus Angkat Budaya Nusantara Lewat Museum dan Desain Rupiah
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$100 per Barel
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Respons MUI Usai Didatangi Menko Yusril Soal Abdul Karim Palestina
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Vietnam dan Kamboja Main
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
WRI: Subsidi Energi Bisa Bengkak Jika Truk Masih Bergantung Solar
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Dilarang di China, Harga per Gram Teh Ini Setara 6 Gram Emas
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar
Jumat / 24-07-2026, 06:28 WIB
IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat Jelang Akhir Pekan
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Prabowo Sentil Londo Ireng Modern: Wartawan, Pengamat, dan LSM
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Lamine Yamal dan Haaland, Pemain dengan Taksiran Harga Tertinggi
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Meta Patenkan Teknologi AI Pendeteksi Mood Lewat Analisis Suara
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
EA Sports Resmi Umumkan EA Sports FC 27, Rilis September 2026
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Middlesbrough Resmi Dapatkan Sebastian Berhalter dari Vancouver Whitecaps
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Komentar Scott Dixon soal NASCAR Picu Perdebatan Sengit
Jumat / 24-07-2026, 06:07 WIB







