Bursa saham Wall Street kembali mencatat penguatan pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Kebangkitan sektor teknologi, terutama saham semikonduktor, menjadi pendorong utama setelah aksi jual besar pada akhir pekan lalu.

>>> Kroasia Kalahkan Slovenia 2-1 dalam Laga Uji Coba Terakhir

Sentimen positif juga didukung oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29 persen ke 51.015,91, S&P 500 menguat 0,68 persen ke 7.434,28, dan Nasdaq Composite melonjak 1,09 persen ke 25.989,52.

Indeks teknologi S&P 500 naik 1,9 persen, sementara Philadelphia Semiconductor Index melesat 4,6 persen.

Kenaikan ini memulihkan sebagian kerugian dari aksi jual Jumat lalu yang sempat melenyapkan nilai pasar produsen chip AS hingga sekitar US$1 triliun.

Saham Intel melonjak 8,5 persen setelah laporan bahwa Alphabet menunjuk Intel untuk memproduksi sekitar 3 juta chip internal.

Nvidia juga dikabarkan sedang mengevaluasi teknologi Intel.

Selain Intel, Nvidia naik 1,7 persen, Broadcom menguat 2,8 persen, dan Micron Technology melesat 8,7 persen.

"Kadang pergerakan pasar terlalu cepat dan terlalu jauh.

Koreksi memang diperlukan, dan biasanya setelah itu aliran investasi mulai menyebar ke sektor lain," ujar Kepala Strategi Pasar B Riley Wealth, Art Hogan.

Dorongan lain datang dari meredanya konflik Iran-Israel setelah militer Iran menyatakan gelombang pertama serangan berakhir.

Israel dilaporkan menghentikan serangan atas permintaan Presiden AS Donald Trump, sehingga kekhawatiran investor mulai menurun.

>>> APPBI: Masyarakat Lebih Selektif, Pilih Produk Murah di Mal

Meredanya eskalasi membuat kenaikan harga minyak menyusut menjadi kurang dari 2 persen, setelah sebelumnya sempat melonjak lebih dari 5 persen.

Saham sektor energi tetap menguat 1,3 persen.