Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk menyambut liburan sekolah. Sinergi ini melibatkan HIPPINDO, APPBI, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian UMKM.

Kolaborasi lintas sektor ini meluncurkan program wisata belanja nasional bertajuk BINA Holiday & Back to School 2026.

>>> Carlo Ancelotti Panggil Ederson Gantikan Wesley yang Cedera di Timnas Brasil

Kampanye ini merupakan diskon nasional yang mengintegrasikan pariwisata, pusat perbelanjaan, transportasi, dan UMKM.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, momentum liburan menjadi pendorong penting bagi pergerakan wisatawan untuk berbelanja.

"Setiap tahun ada Nataru, Lebaran, libur anak sekolah, HIPPINDO selalu punya program untuk meningkatkan belanja wisatawan di seluruh Indonesia.

Ini program yang sangat baik untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara dan mancanegara," ujar Ni Luh di Kementerian Perdagangan, Senin (8/6/2026).

Pemerintah juga memberikan stimulus berupa potongan harga di sektor transportasi. Diskon diberikan untuk kereta api, angkutan laut PT Pelni, dan ASDP.

"Pemerintah sudah menyiapkan stimulus ini sejak kenaikan avtur dengan diskon PPN 100% yang ditanggung pemerintah. Ini akan berlanjut di liburan anak sekolah," tambah Ni Luh.

Ni Luh menilai libur sekolah menjadi momen strategis untuk mendongkrak konsumsi domestik. Ia menyarankan penyusunan pola perjalanan wisata belanja khusus sebagai panduan bagi wisatawan asing.

>>> Fortu Digital Teknologi Garap Segmen Konferensi Pascapandemi

"Momen liburan sekolah ini strategis untuk meningkatkan konsumsi domestik. Gerakan belanja BINA Holiday sudah bersinergi.

Kita perlu membuat pola perjalanan khusus wisata belanja di Indonesia," katanya.

Perumusan pola perjalanan ini diyakini memperkuat promosi pariwisata. Destinasi tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga daya tarik belanja.

"Dulu wisatawan Malaysia, Singapura datang ke Bandung untuk belanja. Mereka sudah punya lokasi belanja.

Jika kolaborasi lebih kuat, kita perlu pola perjalanan wisata belanja agar tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga atraksi diskon di mal dan pusat perbelanjaan," tambah Ni Luh.

Kampanye ini diharapkan mendongkrak rata-rata pengeluaran wisatawan. Momen ini juga menjadi panggung bagi produk lokal untuk memperluas jangkauan ke pasar global melalui promosi agresif.

"Jangan hanya kita ke Malaysia mengejar produk Malaysia, tapi orang Malaysia, Singapura, Thailand datang ke Indonesia mengejar produk Indonesia.

>>> Pemerintah Salurkan PIP 2026 dalam Tiga Tahap, Cek Jadwal dan Nominalnya

Brand lokal harus digencarkan promosinya agar menjadi daya tarik wisatawan," tutupnya.