Nvidia meluncurkan superchip RTX Spark dalam ajang Computex 2026 di Taiwan.

Chip ini dirancang untuk memperkuat ekosistem komputer berbasis kecerdasan buatan (AI) secara lokal tanpa ketergantungan pada layanan cloud.

>>> Selular Media Network Gelar Selular Award 2026 di Jakarta

Komponen hasil kolaborasi Nvidia dan MediaTek ini didesain untuk menjalankan personal AI agent secara natif di perangkat komputer.

Perangkat ini juga bisa berfungsi sebagai komputer produktivitas dan komputer gaming berkualitas tinggi.

Langkah Nvidia langsung memicu respons dari para pesaing industri komputasi. Sejumlah produsen laptop besar, termasuk Microsoft melalui lini Surface Laptop Ultra, telah mengadopsi chip ini.

Respons Pasar dan Kreator Konten

Pengembangan perangkat keras ini memicu antusiasme dari masyarakat pengguna teknologi.

Mustafa, seorang konten kreator di akun @mustafabercerita, menyebut komputer RTX Spark bisa menjadi AI agent sekaligus komputer produktivitas dan gaming.

CEO Nvidia Jensen Huang menyebut penemuan ini sama pentingnya dengan transformasi ponsel menjadi smartphone. Mustafa mengaku penasaran dan ingin mencoba langsung komputer khusus AI agent tersebut.

Sebelum meluncurkan cip ini, komputer tradisional hanya terbagi dalam dua kategori fungsional. RTX Spark diproyeksikan mengubah peta pembagian jenis komputer di masyarakat.

Performa dan Persaingan

Jurnalis Tom's Guide, Jason England, menguji purwarupa laptop bertenaga RTX Spark.

Performanya dinilai menjadi ancaman bagi MacBook Pro Apple karena mampu menjalankan aplikasi penyuntingan video dua kali lebih cepat.

>>> AMD Tantang Nvidia: Superchip AI RTX Spark Dinilai Terlambat

England menambahkan laptop tersebut mampu menggerakkan lanskap 3D berat secara mulus, baik saat terhubung listrik maupun menggunakan baterai.

Ia menyebut chip ini memberikan efisiensi daya luar biasa sekaligus menjadi mesin gaming kelas atas.