Advanced Micro Devices (AMD) secara terbuka menantang langkah Nvidia yang meluncurkan superchip RTX Spark untuk PC berbasis kecerdasan buatan di ajang Computex 2026 di Taipei.

Menurut laporan Techspot dan KompasTekno, Nvidia memperkenalkan cip berarsitektur Arm dengan memori terpadu hingga 128GB untuk menjalankan model AI secara lokal di perangkat seperti Asus ProArt dan Microsoft Surface Laptop Ultra.

>>> Microsoft Luncurkan Surface Laptop Ultra dengan Chip Nvidia RTX Spark di Computex 2026

Menanggapi ekspansi kompetitornya, Senior Vice President and General Manager Client Business AMD, Rahul Tikoo, menyatakan pihaknya tidak khawatir dan menilai pergerakan Nvidia sudah terlambat.

"I am very happy Nvidia joined the game.

You know, we were the only player in this arena for almost two years, and large local memory is now becoming so critical in AI agent workloads," kata Rahul Tikoo.

AMD mengklaim produk andalan mereka, Strix Halo, sudah lebih dulu menyamai spesifikasi memori terpadu Nvidia dengan konfigurasi CPU 16-core dan 32-thread.

"I am actually curious about what Nvidia is doing. But when I look at their specs, it says 128GB of local memory with a 20-core CPU.

We have already done that in Strix Halo, where we have a 16-core/32-thread CPU," ujar Rahul Tikoo.

Sebagai langkah antisipasi, AMD bersiap meluncurkan cip generasi penerus bernama Gorgon Halo pada kuartal ketiga tahun ini yang mendukung memori terpadu hingga 192GB dengan arsitektur Zen 5.

>>> AMD Tantang Nvidia di Pasar Cip AI untuk PC

Meskipun Nvidia mengikat pengembang lewat ekosistem CUDA, Chief Software Officer AMD, Andrej Zdravkovic, berpendapat platform ROCm buatan mereka kini semakin ramah untuk mempermudah transisi infrastruktur.