Pada tahap pertama, Phintraco Sekuritas mengawal kuotasi untuk lima saham emiten tertentu.

Kelima saham tersebut meliputi PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Hasil pemantauan BEI menunjukkan adanya lonjakan rata-rata harian nilai transaksi pada kelima saham tersebut dalam rentang satu minggu sebelum dan sesudah implementasi.

Kenaikan yang tercatat berada pada kisaran 25,98% hingga 119,44%.

>>> Keanu Angelo Diperiksa Polda Metro Terkait Dugaan Penipuan Hanania Travel

"Kami melihat kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," kata Jeffrey.

Peran Strategis dan Sinergi Industri

Pada kesempatan lain, Direktur Utama Phintraco Sekuritas Ferawati memberikan penegasan terkait keterlibatan perusahaan yang dipimpinnya.

Menurutnya, partisipasi dalam program LP Saham merupakan bentuk komitmen untuk mengambil peran yang lebih strategis bagi perkembangan pasar modal nasional.

Ferawati menilai kesuksesan program ini tidak sekadar bertumpu pada pihak penyedia kuotasi saja.

Diperlukan sinergi yang solid di antara seluruh elemen pasar agar dampak positifnya dapat terdistribusi secara lebih luas.

"Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan," ujar Ferawati.

Guna memastikan aktivitas penyediaan kuotasi berjalan secara berkelanjutan, Phintraco Sekuritas telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung.

Infrastruktur sistem, kesiapan tim dealing, hingga kerangka manajemen risiko yang ketat kini telah disiagakan.