Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) menjual sedikitnya 14 juta barel minyak mentah dari wilayah Teluk Persia kepada para pedagang dan penyuling di Asia melalui tender pada akhir pekan lalu.

Langkah ini menjadi tender perdana untuk jenis minyak tersebut sejak pecahnya perang Iran.

>>> BGN Terapkan Moratorium Dapur Makan Bergizi Gratis untuk Evaluasi Distribusi

Volume minyak mentah Uni Emirat Arab yang diperdagangkan mencakup jenis Upper Zakum, Umm Lulu, dan Das.

Sebagian besar komoditas yang terjual merupakan jenis Upper Zakum yang umumnya dimuat dari Pulau Zirku di Teluk Persia.

Pembelian diperkirakan terus bertambah karena perusahaan sedang menggelar tender sejenis yang dijadwalkan berakhir pada akhir pekan ini.

Pengiriman pasokan komoditas tersebut direncanakan berlangsung antara Juni hingga Agustus 2026.

Tujuan Pengiriman dan Rute Alternatif

Sejumlah kilang di negara-negara Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan India menjadi tujuan penjualan kargo tersebut.

Lokasi pengambilan komoditas dapat dilakukan melalui Fujairah atau Sohar yang berada di luar Teluk Persia guna menghindari Selat Hormuz yang sedang diblokade.

>>> BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China untuk Transaksi Wisatawan

Transaksi kargo minyak mentah Teluk ini sebagian besar dilakukan dengan premi beberapa dolar di atas patokan Dubai.

Sementara itu, minimal satu pengiriman mendapatkan diskon sekitar US$1 per barel dari patokan yang sama.

Hingga saat ini, pihak ADNOC belum memberikan tanggapan resmi mengenai aktivitas penjualan tersebut.

Aliran pasokan minyak Uni Emirat Arab secara bertahap mulai ditingkatkan lewat Selat Hormuz meskipun total volumenya masih berada di bawah level sebelum perang.

Data pelacakan kapal tanker menunjukkan volume aliran dari negara tersebut mencapai sekitar 2,6 juta barel per hari pada Mei.

>>> Badai PHK Hantam PT Xactie Indonesia Depok, 350 Karyawan Kena Imbas

Hal ini didukung pengangkutan menggunakan pipa bawah tanah ke Fujairah serta kapal tanker yang lolos dari Selat Hormuz.