Sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) asal Qatar dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan lalu.

Pengiriman ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang membuat jalur perairan tersebut hampir tertutup total.

>>> SELAMAT! Alex Abbad dan Nadya Naufel Resmi Menikah pada 8 Juni 2026 Usai 16 Tahun Berteman

Pergerakan kapal tanker bernama Al Daayen itu terdeteksi melalui data pelacakan yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Kapal tersebut memuat muatan penuh dari fasilitas ekspor Ras Laffan di Qatar sejak akhir Februari lalu.

Sinyal transponder Al Daayen sempat berhenti memancar sekitar tanggal 5 Juni saat kapal berlabuh di dekat Ras Laffan di kawasan Teluk Persia.

Kini, kapal tersebut telah terlihat berada di sebelah timur perairan Oman untuk melanjutkan perjalanan menuju China.

Blokade Selat Hormuz dan Dampaknya

Selat Hormuz saat ini berada dalam kondisi hampir tertutup total akibat blokade de facto yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan Iran.

>>> John Herdman Puji Fleksibilitas Taktik Timnas Indonesia Usai Libas Oman

Situasi ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan militer terhadap wilayah Iran pada akhir Februari lalu.

Jalur air strategis tersebut biasanya mengalirkan sekitar seperlima dari total pasokan LNG di pasar global.

Ancaman keamanan yang tinggi memaksa para eksportir LNG menginstruksikan awak kapal untuk mematikan transponder agar terhindar dari deteksi.

Hingga saat ini, tercatat baru delapan pengiriman LNG yang berhasil melewati Selat Hormuz sejak serangan militer ke Iran meletus.

>>> Pemerintah Kaji Pengecualian Aturan Ekspor Komoditas bagi Investor

Volume lalu lintas tersebut merosot tajam dibandingkan sebelum perang, di mana rata-rata terdapat tiga kapal tanker LNG yang keluar dari selat itu setiap harinya.