Pemerintah Kaji Pengecualian Aturan Ekspor Komoditas bagi Investor
Pemerintah Indonesia dilaporkan tengah mengkaji pemberian pengecualian terhadap aturan baru ekspor komoditas bagi pelaku usaha.
Langkah ini dirancang sebagai insentif bagi perusahaan yang berkomitmen menanamkan investasi di dalam negeri dan menjalin kemitraan strategis dengan badan negara yang baru dibentuk.
>>> Telkom Sepakati Pembagian Dividen Rp21,9 Triliun dalam RUPST
Diskusi mengenai kelonggaran tersebut berlangsung antara Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dengan sejumlah eksportir dan pedagang komoditas berskala besar.
DSI merupakan cabang dari lembaga pengelola investasi negara, Danantara.
Pembahasan ini muncul setelah kebijakan perombakan radikal terkait ekspor komoditas diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada akhir Mei 2026.
Kebijakan itu awalnya memicu ketidakpastian di pasar karena bertujuan meminimalisir kebocoran pendapatan negara.
Pelaku usaha di sektor batu bara, minyak sawit, dan logam masih berupaya memetakan dampak operasional dari regulasi baru tersebut.
Selain itu, muncul keraguan mengenai kesiapan teknis DSI dalam mengelola ekspor komoditas yang nilainya mencapai US$ 65 miliar per tahun.
Titik terang mulai terlihat melalui peraturan resmi yang diterbitkan pada Jumat, 5 Juni 2026.
Regulasi tersebut membuka celah bagi perusahaan yang memiliki kesepakatan investasi, pemrosesan, atau pemurnian di dalam negeri untuk mengajukan pengecualian.
>>> Danantara Ungkap Alasan Laporan Keuangan Konsolidasi Belum Terbit
"Pengecualian ini menjadi skenario terbaik bagi pelaku usaha untuk memaksimalkan upaya pemerintah dalam menarik investasi di sektor energi dan pengolahan hasil bumi," ujar salah satu sumber yang terlibat dalam diskusi.
Saat ini, pemerintah menjalankan fase transisi sebelum kebijakan diimplementasikan secara penuh pada 1 Januari mendatang.
DSI nantinya diproyeksikan memegang kendali penuh atas rantai pasok komoditas, mulai dari kontrak, pengiriman, hingga mekanisme pembayaran.
Update Terbaru
BI Terus Angkat Budaya Nusantara Lewat Museum dan Desain Rupiah
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$100 per Barel
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Respons MUI Usai Didatangi Menko Yusril Soal Abdul Karim Palestina
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Vietnam dan Kamboja Main
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
WRI: Subsidi Energi Bisa Bengkak Jika Truk Masih Bergantung Solar
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Dilarang di China, Harga per Gram Teh Ini Setara 6 Gram Emas
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar
Jumat / 24-07-2026, 06:28 WIB
IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat Jelang Akhir Pekan
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Prabowo Sentil Londo Ireng Modern: Wartawan, Pengamat, dan LSM
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Lamine Yamal dan Haaland, Pemain dengan Taksiran Harga Tertinggi
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Meta Patenkan Teknologi AI Pendeteksi Mood Lewat Analisis Suara
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
EA Sports Resmi Umumkan EA Sports FC 27, Rilis September 2026
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Middlesbrough Resmi Dapatkan Sebastian Berhalter dari Vancouver Whitecaps
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Komentar Scott Dixon soal NASCAR Picu Perdebatan Sengit
Jumat / 24-07-2026, 06:07 WIB







