Meski turun dengan skema dasar 3-4-3, pergerakan dinamis antar-pemain membuat pola permainan Garuda sulit diantisipasi pertahanan Oman.

Perubahan posisi yang cair terlihat dari aksi bek tengah Rizky Ridho yang maju ke depan untuk melepaskan umpan silang, serta performa Kevin Diks yang dipasang sebagai bek sayap kanan meski biasa menjadi bek tengah di Borussia Moenchengladbach.

>>> Pemerintah Kaji Pengecualian Aturan Ekspor Komoditas bagi Investor

Kevin Diks Serbabisa

Herdman menjelaskan keputusannya menggeser posisi Kevin Diks setelah sesi latihan di Stadion Madya pada Senin (8/6/2026).

"Kevin adalah salah satu pemain yang serbabisa. Dia bisa bermain sebagai center back kiri, center back kanan, bek kanan, bek sayap kanan," kata Herdman.

Ia menempatkan pemain kelahiran Apeldoorn itu di pos bek sayap untuk mengisi ruang yang membutuhkan pasokan tenaga baru.

"Jadi saat ini dia berada di posisi yang perlu kami isi. Kami memerlukan kualitas dan tenaga," ucap Herdman.

Komposisi lini belakang Indonesia saat ini sangat melimpah sehingga tim pelatih harus kreatif memaksimalkan potensi pemain.

"Seperti yang Anda tahu kami punya banyak sekali center back dari Ridho, Elkann, Justin Hubner, Mathew Baker, Jay Idzes, Mees Hilgers," ujarnya.

Herdman menambahkan bahwa perlu ada perluasan peran untuk beberapa pemain tertentu di dalam tim.

"Kami punya banyak sekali bek tengah dan pemain belakang. Penting untuk memperluas peran pemain tertentu," kata John Herdman.

Mantan pelatih Timnas Kanada itu meyakini Kevin Diks mampu mengukir prestasi tinggi melalui peran barunya di tingkat regional.

"Kevin mungkin tak bermain sebagai bek sayap di Bundesliga, tetapi di AFC, dia bisa jadi salah satu bek sayap terbaik di Asia," ucap Herdman.