Elektrifikasi Armada Kurir Percepat Implementasi Logistik Hijau
Implementasi logistik hijau yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) No. 8 Tahun 2025 berpotensi memperoleh momentum baru dari percepatan elektrifikasi armada logistik perkotaan.
Namun, tingginya biaya awal pembelian kendaraan listrik masih menjadi hambatan utama bagi para pelaku pengiriman barang.
>>> Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis 2026, Tambah Uang Jajan dari HP
Southeast Asia Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia Gonggomtua E. Sitanggang mengatakan, pertumbuhan pesat perdagangan elektronik atau e-commerce mendorong peningkatan aktivitas distribusi barang di perkotaan.
Nilai transaksi e-commerce Indonesia meningkat dari Rp266,3 triliun pada 2020 menjadi Rp487,01 triliun pada 2024 atau naik sekitar 83%, sementara jumlah pelaku usaha tumbuh 86% pada periode yang sama.
Kondisi tersebut berimplikasi terhadap meningkatnya emisi dari sektor transportasi logistik.
Berdasarkan riset yang dipaparkan ITDP Indonesia, sektor transportasi menyumbang sekitar 25% emisi energi nasional atau setara 202 juta ton karbon dioksida.
Di tengah lonjakan aktivitas pengiriman barang, elektrifikasi kendaraan logistik dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung agenda logistik hijau sebagaimana tercantum dalam Pasal 107 Permenkomdigi Nomor 8 Tahun 2025 yang mendorong penggunaan moda transportasi rendah karbon.
Sepeda Motor Listrik Paling Siap untuk Elektrifikasi
Riset yang dilakukan ITDP Indonesia menemukan bahwa sepeda motor menjadi segmen yang paling siap untuk elektrifikasi.
Temuan tersebut didasarkan pada dominasi sepeda motor dalam operasional logistik perkotaan, khususnya pada layanan third party logistics (3PL) dan pengiriman instan atau on-demand services.
"Kami melakukan kajian ini selama 1 tahun terakhir, jadi tidak hanya desktop study tetapi kami juga melakukan survei kepada teman-teman kurir dan juga wawancara dengan pelaku usaha dan juga analisis yang kami upayakan seobjektif mungkin," kata Gonggomtua E.
Update Terbaru
Shin Tae-yong Buka Suara soal Hukuman Berat KFA: Ada Banyak Hal yang Tidak Adil
Jumat / 24-07-2026, 14:22 WIB
Cek Desil Bansos 2026: Langkah Mudah via Situs Resmi Kemensos
Jumat / 24-07-2026, 14:22 WIB
Cek Desil Kemensos Juli 2026: Arti Desil 1-10 dan Cara Melihatnya
Jumat / 24-07-2026, 14:22 WIB
Cara Cek Bansos PKH Lansia dengan HP Lewat Situs dan Aplikasi
Jumat / 24-07-2026, 14:22 WIB
Guru Besar UI Kritik Pendirian Universitas Republik Indonesia, Dinilai Langgar UU
Jumat / 24-07-2026, 14:21 WIB
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata Trump, Ada Apa di Balik Keputusan Teheran?
Jumat / 24-07-2026, 14:21 WIB
Eks Bos Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Dana Pakan Hewan Rp10,2 Miliar
Jumat / 24-07-2026, 14:21 WIB
Cara Cek Status Bansos BPNT Juli 2026 di HP dengan NIK KTP
Jumat / 24-07-2026, 14:19 WIB
Lamine Yamal Puncaki Daftar Pemain dengan Valuasi Tertinggi
Jumat / 24-07-2026, 14:19 WIB
Emiten Prajogo Pangestu PTRO Gelontorkan Rp1,19 Triliun Borong Saham SINI
Jumat / 24-07-2026, 14:19 WIB
Trump Dekati Keputusan Serangan Besar ke Iran, Timur Tengah Makin Panas
Jumat / 24-07-2026, 14:17 WIB
PTBA Pasok 7,78 Juta Ton Batu Bara ke PLN pada Semester I 2026
Jumat / 24-07-2026, 14:17 WIB
Purbaya Kaji Sumber Pendanaan Universitas Republik Indonesia, Pakai APBN?
Jumat / 24-07-2026, 14:17 WIB







