Industri hiburan Indonesia kembali dihebohkan oleh isu klasik yang seolah tak kunjung menemukan titik terang: tunggakan honor pekerja seni oleh stasiun televisi. Kali ini, aktor tampan Gandhi Fernando secara terbuka menyuarakan frustrasinya terkait pembayaran yang tertunda, mengungkapkan fakta pahit bahwa ada tagihan menghampirinya hingga lebih dari Rp300 juta yang membuatnya lelah untuk terus menagih.
 
Pengakuan berani ini disampaikan Gandhi melalui unggahan di akun media sosial Threads pribadinya pada Kamis (23/7/2026). Unggahan tersebut seketika memicu gelombang diskusi hangat di kalangan netizen, sekaligus membuka kotak Pandora mengenai kondisi finansial yang kerap dihadapi oleh para pekerja kreatif di tanah air.
 

Bukan Kasus Terisolasi: Dari Mak Vera hingga Inul Daratista

Gandhi menegaskan bahwa ia bukanlah satu-satunya korban dalam ekosistem industri hiburan yang timpang ini. Dengan nada yang mencerminkan kelelahan emosional, ia menyandingkan kasusnya dengan seniman senior lainnya yang juga mengalami nasib serupa.
 
“Mak Vera ngamuk hampir Rp1 miliar enggak dibayar stasiun TV, gue juga ada. Tepatnya Rp300 juta lebih sampai capek nagihnya,” tulis Gandhi dalam unggahannya yang langsung viral.
 
Pernyataan ini semakin menguatkan narasi yang sebelumnya juga disuarakan oleh diva dangdut Inul Daratista. Belum lama ini, Inul secara tegas menagih tunggakan stasiun TV kepada para artis dan meminta agar pembayaran tersebut segera dicicil. Fakta bahwa nama-nama besar dengan basis penggemar yang solid pun harus berjuang keras untuk mendapatkan hak finansial mereka, menunjukkan bahwa ini adalah masalah sistemik, bukan sekadar kesalahan administratif semata.
 

Puncak Gunung Es: Tunggakan Manajemen Mencapai Rp13 Miliar

Yang lebih mengejutkan, Gandhi mengungkapkan bahwa angka ratusan juta rupiah yang ia alami hanyalah "pucuk gunung es". Ia menyebut sejumlah teman yang bergerak di bidang manajemen artis menghadapi nilai tunggakan yang jauh lebih fantastis dan mencekam.
 
“Teman yang punya management artis, ada yang sampai Rp13 miliar belum dibayar. Artisnya terkenal semua pula,” ungkap Gandhi.
 
Angka Rp13 miliar ini bukan nominal yang kecil. Ini mewakili jerih payah, waktu, dan dedikasi puluhan bahkan ratusan seniman yang telah memberikan yang terbaik untuk rating televisi, namun harus gigit jari menunggu kepastian pembayaran yang seolah diulur-ulur tanpa batas waktu. Kondisi ini tentu sangat merugikan ekosistem kreatif, di mana artis dan kru di belakang layar harus menanggung beban operasional hidup sambil menunggu uang yang sejatinya adalah hak mutlak mereka.