Drama Tunggakan Honor di Layar Kaca: Gandhi Fernando Bongkar Fakta Pahit, Sebut Nominal Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah Belum Dibayar Stasiun TV
Ukuran Teks
Menepis Label "Tidak Laku": Memilih Harga Diri daripada Tampil Gratis
Salah satu dampak paling menyakitkan dari fenomena mogok tampil ini adalah stigma negatif yang dilabelkan oleh sebagian netizen. Tidak jarang, artis yang jarang muncul di layar kaca tiba-tiba dicap "tidak laku" atau "sudah habis masa jayanya".
Gandhi dengan tegas menolak narasi merendahkan tersebut. Baginya, keputusan untuk tidak lagi menerima tawaran televisi bukanlah karena kehabisan popularitas, melainkan sebuah pilihan sadar untuk menjaga harga diri dan profesionalisme.
“Makanya kalau dibully netizen, ‘Lo artis enggak laku, enggak pernah masuk TV lagi’. Lebih tepatnya karena enggak mau, bjirrr. Ogah kerja gratisan cuma untuk tampil di TV. Been there, done that,” tulisnya dengan nada yang tegas namun penuh makna.
Pernyataan "Been there, done that" (sudah pernah mengalami dan melakukannya) menjadi bukti bahwa Gandhi dan rekan-rekannya telah belajar dari pengalaman pahit di masa lalu. Mereka menyadari bahwa bekerja tanpa kepastian pembayaran hanya akan mengeksploitasi nama baik artis demi kepentingan rating stasiun, tanpa memberikan imbal balik yang layak.
Kritik Tajam: Jebakan "Eksposur" di Acara Talkshow
Tidak berhenti pada masalah tunggakan, Gandhi juga menyoroti fenomena degradasi kualitas di industri pertelevisian saat ini, khususnya pada segmen acara talkshow. Ia mengamati bahwa banyak program televisi yang kini lebih memilih mengundang figur-figur yang "tidak jelas" kredensialnya, dengan imbalan yang bukan berupa uang, melainkan sekadar "eksposur".
“Makanya banyak acara talkshow sekarang ngundangnya orang-orang enggak jelas yang enggak dibayar, dapat eksposur aja sudah senang,” sindirnya.
Kritik ini sangat relevan dan menohok. Budaya "bayar pakai eksposur" ini secara tidak langsung mendiskreditkan nilai profesionalisme seorang seniman. Eksposur memang penting, namun eksposur tidak bisa digunakan untuk membayar tagihan listrik, biaya pendidikan anak, atau kebutuhan hidup sehari-hari. Ketika stasiun televisi menormalisasi praktik ini, mereka secara perlahan membunuh standar industri yang sehat dan adil.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Jordi Amat Sebut Chemistry Kunci Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Jumat / 24-07-2026, 17:24 WIB
Cara Cek Status Penerima Bantuan PIP 2026 Online Lewat SIPINTAR
Jumat / 24-07-2026, 17:24 WIB
Cek PIP 2026 di pip.kemendikdasmen.go.id, Ini Panduan Lengkapnya
Jumat / 24-07-2026, 17:24 WIB
Sudaryono Minta Petugas MBG Tak Hanya Patuh SOP, Tapi Pakai Akal Sehat
Jumat / 24-07-2026, 17:22 WIB
Sobary Sebut Gibran Tak Paham Rendah Hati, Duduk Sejajar Menko Dinilai Pesan Jokowi
Jumat / 24-07-2026, 17:22 WIB
Mayoritas Eks Penyidik KPK Masuk Tim 9, Burhanuddin Percayakan Pengusutan Kasus Febrie Adriansyah
Jumat / 24-07-2026, 17:22 WIB
Komdigi Usulkan Keringanan Tarif Verifikasi Biometrik Registrasi SIM ke Kemendagri
Jumat / 24-07-2026, 17:22 WIB
Sinopsis Escape Plan 2: Hades Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini
Jumat / 24-07-2026, 17:22 WIB
Registrasi SIM Biometrik Disalahgunakan, Operator Siapkan Sanksi Tegas
Jumat / 24-07-2026, 17:21 WIB
Spesifikasi SUV Bongsor iCAR V27: Power 449 Hp, Jarak Tempuh 1.200 Km
Jumat / 24-07-2026, 17:21 WIB
Tom Holland Bantah Jean Grey Muncul di Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 24-07-2026, 17:19 WIB
Metal Gear Solid Gratis Dimainkan di Steam Akhir Pekan Ini
Jumat / 24-07-2026, 17:19 WIB
Kartun Star Wars yang Terlupakan Akhirnya Akan Dirilis Setelah Lebih dari Satu Dekade
Jumat / 24-07-2026, 17:19 WIB
Bandai Namco Umumkan Serial Anime Gundam Baru untuk 2027
Jumat / 24-07-2026, 17:18 WIB







