Pemerintah Indonesia mulai menjajaki peluang kerja sama investasi di sektor energi terbarukan di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Langkah ini dilakukan melalui forum diplomatik yang digelar di Jakarta.

>>> Indonesia dan Filipina Sepakati Skema Barter Dagang Rp6,36 Triliun

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arief Havas Oegroseno menyatakan bahwa perluasan jangkauan investasi ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program serupa di Timur Tengah dan Afrika.

"Indonesia berkomitmen memperluas jejak investasi di sektor energi ke kawasan Amerika Latin," ujarnya.

Forum 2nd Ambassadors' Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation digelar Kementerian Luar Negeri untuk membuka ruang kolaborasi bagi korporasi domestik.

Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar dan pembangkit listrik tenaga minihidro.

PLN Indonesia Power Siap Bersaing Global

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan kesiapan perusahaannya membawa keahlian dan teknologi domestik ke pasar global.

"Kami siap menghadirkan pengalaman, teknologi, serta kapabilitas yang telah kami bangun di Indonesia untuk menciptakan nilai tambah bersama mitra internasional," katanya.

>>> Bengkel Otomotif Bagikan Cara Merawat Baterai Motor Listrik agar Awet

PLN Indonesia Power saat ini mengelola aset infrastruktur pembangkitan dengan total kapasitas daya mencapai 22,1 gigawatt (GW).

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah menilai kapasitas tersebut menjadi modal utama untuk berkolaborasi.

Julita Indah menyebut kehadiran PLN Indonesia Power dalam forum ini sebagai momentum krusial untuk mendemonstrasikan kapabilitas operasional.

"Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra di kawasan Amerika Latin dan Karibia," ujarnya.

Melalui anak usaha PLN IP Renewables, perusahaan tertarik menggarap proyek Solar PV di Amerika Latin karena potensi radiasi matahari yang tinggi.

Selain itu, peluang besar juga terlihat pada pengembangan Mini Hydro dengan memanfaatkan teknologi turbin yang dimiliki.

>>> Eriksen Kembali Kolaps Saat Membela Denmark, ICD Disebut Bekerja Normal

Skema penjajakan investasi yang ditawarkan mencakup studi kelayakan bersama, kemitraan operasional, hingga penyusunan model pendanaan proyek. Langkah ini sekaligus mendukung agenda diplomasi ekonomi Indonesia dan percepatan transisi energi.