Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menilai bahwa masyarakat luas memiliki hak untuk memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan berbasis data sains mengenai karakteristik nikotin.

>>> Stranger Things Rajai Tayangan TV Global dan Siapkan Spinoff Baru

Menurut pandangan Paido, opini publik selama ini sering kali keliru dengan menganggap nikotin sebagai faktor utama pemicu bahaya kesehatan dari rokok.

Berdasarkan berbagai kajian ilmiah, dampak buruk kesehatan akibat rokok sebenarnya dipicu oleh proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, karbon monoksida, serta ribuan zat beracun lain di dalam asapnya.

Nikotin merupakan senyawa yang terdapat secara alami pada tanaman tembakau, namun bukan zat utama yang menyebabkan munculnya penyakit kronis akibat kebiasaan merokok.

Solusi yang ditawarkan adalah mengubah cara konsumsi nikotin ke metode lain yang lebih aman, yakni tanpa melalui proses pembakaran.

“Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga menjelaskan bahwa nikotin adalah zat adiktif yang membuat orang terus menggunakan produk tembakau, tetapi asap rokok, bukan nikotin itu sendiri, yang menjadi penyebab utama penyakit serius dan kematian pada perokok.

Karena itu, informasi publik harus mampu membedakan antara nikotin dan risiko pembakaran,” ungkap Paido.

Terkait publikasi ilmiah mengenai efek kognitif dari nikotin, Paido mengingatkan agar pesan tersebut ditempatkan pada konteks literasi yang tepat dan bijak.

Data riset tersebut sama sekali tidak bertujuan memicu kelompok non-perokok, anak-anak, atau populasi rentan untuk mulai mengonsumsi nikotin.

Tujuan utamanya adalah menghadirkan edukasi yang bersifat holistik mengenai sifat dasar dan karakteristik zat kimia tersebut kepada publik.

>>> Guru Honorer Berhak Dapatkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

“Bagi kami, edukasi yang benar adalah edukasi yang tidak menakut-nakuti secara berlebihan, tetapi juga tidak mempromosikan nikotin yang tetap zat adiktif, sehingga penggunaannya tetap harus dibatasi hanya untuk konsumen dewasa, khususnya perokok dewasa yang mencari alternatif dari rokok,” katanya.