Waralaba fiksi ilmiah Stranger Things sukses mengukuhkan posisinya sebagai raja tayangan TV global sejak debut pada 2016.

Serial garapan Duffer Brothers ini membangun imperium bisnis raksasa yang mencakup mainan, gim, komik, buku, hingga pertunjukan teater.

>>> Guru Honorer Berhak Dapatkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Kesuksesan branding masif ini kerap disandingkan dengan waralaba legendaris Star Wars milik Lucasfilm.

Data kepemirsaan terbaru membuktikan daya tarik semesta Hawkins belum memudar di mata publik.

Meskipun episode final Musim ke-5 sempat memicu perdebatan, antusiasme penonton tetap di level tertinggi.

Laporan Variety berdasarkan data Nielsen mengungkapkan alasan Netflix tidak akan melepas waralaba ini.

Stranger Things resmi dinobatkan sebagai serial paling banyak ditonton sepanjang kalender penayangan TV periode 2025-2026.

Pencapaian itu mengalahkan seluruh program di jaringan siaran TV, kabel, maupun platform streaming.

Rata-rata penonton musim final mencapai 32,9 juta penonton dalam 35 hari.

Angka tersebut unggul sekitar 7 juta penonton di atas peringkat kedua, His & Hers yang juga tayang di Netflix.

Pada April lalu, Netflix mengonfirmasi total penayangan kelima musim Stranger Things menembus 1,5 miliar views.

Proyek Spinoff yang Siap Dikembangkan

Langkah Netflix mengeksploitasi dunia Upside Down terbukti menjadi keputusan bisnis tepat.

Beberapa proyek spinoff kini siap dikembangkan untuk mengobati kerinduan penggemar.

Salah satunya adalah Stranger Things: The First Shadow, pertunjukan teater prekuel yang sukses di London.

>>> Prabowo Subianto Motivasi Siswa Korban Perundungan di Bali

Kisah ini akan dirilis dalam versi rekaman film resmi di Netflix.

Alur cerita prekuel mengambil latar tahun 1950-an, fokus pada masa muda Joyce Byers, Jim Hopper, dan asal-usul Henry Creel.