Kerusakan baterai lithium-ion sering menjadi momok bagi pemilik sepeda motor listrik. Banyak yang mengira penurunan performa mengharuskan pembelian paket baterai baru yang mahal.

Padahal, kendala daya tampung listrik tidak selalu berujung pada penggantian total. Penanganan masih bisa dilakukan melalui balancing atau penggantian beberapa sel yang melemah.

>>> Telkom Indonesia Rombak Jajaran Komisaris Lewat RUPST 2025

Abdulah, pemilik bengkel spesialis kendaraan listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menjelaskan bahwa biaya perbaikan tergantung tipe baterai dan tingkat kerusakan.

"Biaya bongkar pasangnya Rp 350.000," ujar Abdul kepada Kompas. com.

"Kalau hanya balancing, di bawah Rp 1 juta."

Balancing adalah metode menyamakan tegangan dan kapasitas antar sel baterai yang mulai timpang. Prosedur ini diterapkan saat fisik sel masih prima namun kinerjanya menurun.

Biaya akan berbeda jika mekanik mendeteksi sel baterai yang soak dan harus diganti. "Penggantian baterai tergantung komponennya, harganya berapa.

>>> Bahlil Lahadalia Terapkan Ekspor Batubara Satu Pintu Lewat DSI

Jadi add-on saja," kata Abdul.

Untuk baterai lithium tipe tabung atau silindrik, harga per sel sekitar Rp 50 ribuan. Namun, penggantian tidak dilakukan per satu unit, melainkan satu kelompok rangkaian sekaligus.

"Biasanya kita sarankan satu seri itu kita ganti. Misalkan satu parallel isinya 20 sel, lebih baik hasilnya," ujarnya.

Skema penggantian satu rangkaian paralel dinilai lebih efektif karena sel baru memiliki karakteristik berbeda dengan sel lama. Mengganti satu sel saja berisiko ketidakseimbangan daya kembali.

Estimasi biaya servis berkisar dari ratusan ribu rupiah untuk balancing hingga lebih tinggi jika perlu pasang sel baru.

>>> KPK Panggil Dirut PT Maktour Fuad Hasan Masyhur sebagai Saksi Korupsi Haji

Langkah ini jauh lebih ekonomis dibanding membeli paket baterai baru.