Pusat perbelanjaan di China mengalami transformasi besar.

Pengembang properti kini tidak lagi hanya membangun bangunan komersial biasa, melainkan mal yang menyerupai tempat wisata dengan integrasi ruang terbuka, pepohonan, dan air terjun.

>>> Toyota Kembangkan Transmisi Manual untuk Mobil Listrik Demi Sensasi Berkendara

Tren ini berkembang di sejumlah kota besar.

Desain dengan tanaman hijau subur dan taman terbuka dinilai lebih efektif menarik perhatian pengunjung dibandingkan konsep konvensional yang mulai membosankan.

"Konsumen semakin memandang mal sebagai tempat untuk menghabiskan waktu, bukan sekadar tempat untuk membeli produk," kata James Macdonald, kepala riset konsultan properti Savills di China.

Macdonald menjelaskan bahwa format pusat perbelanjaan dengan area terbuka sangat mendukung pelaksanaan acara dan aktivitas publik.

Konsep ini membuat kawasan komersial tetap ramai meskipun pengunjung tidak memiliki agenda berbelanja.

"Mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersantap, rekreasi, dan aktivitas sosial yang mendapat manfaat dari lingkungan terbuka.

Format ruang terbuka juga membantu mal tetap aktif di malam hari," ujarnya.

Contoh Mal Konsep Taman di China

Salah satu contoh nyata adalah The Ring Shopping Mall atau Chongqing Guanghan Shopping Park di Kota Chongqing.

Mal ini memiliki area populer bernama Muguang Forest, sebuah taman dalam ruangan setinggi 42 meter yang membentang hingga 7 lantai.

Daya tarik utamanya adalah air terjun indoor setinggi 20 hingga 24 meter.

Selain itu, terdapat struktur pulau buatan menyerupai pohon melayang yang disebut levitating trees, lengkap dengan jembatan layang yang kerap menjadi lokasi berswafoto.

Kawasan lain yang menerapkan konsep serupa adalah Parc Central di Guangzhou.

>>> Rumah Gelembung Karya Arsitek Wallace Neff Dijual Rp31 Miliar