Toyota Kembangkan Transmisi Manual untuk Mobil Listrik Demi Sensasi Berkendara
Toyota dikabarkan masih melanjutkan pengembangan transmisi manual yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Langkah ini bertujuan menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih emosional, layaknya mobil bermesin pembakaran internal.
Berdasarkan dokumen paten terbaru, pabrikan asal Jepang itu mengembangkan sistem yang menggabungkan pedal kopling dan tuas persneling berpola H pada kendaraan elektrik.
>>> Rumah Gelembung Karya Arsitek Wallace Neff Dijual Rp31 Miliar
Teknologi ini bukan sekadar elemen kosmetik, melainkan mampu mensimulasikan karakter khas mobil manual, termasuk kondisi mesin mati saat perpindahan gigi tidak sesuai.
Mekanisme kerjanya mengandalkan kalkulasi putaran mesin virtual yang membandingkan rasio gigi dengan kecepatan kendaraan.
Jika tidak selaras, komputer langsung memutus torsi motor listrik dan mengaktifkan pengereman, menghasilkan efek kehilangan tenaga seperti pada mobil konvensional.
Sistem ini juga dapat mereplikasi gejala tersendat saat menggunakan gigi terlalu tinggi pada putaran rendah, serta simulasi kendaraan mundur di tanjakan jika kopling tidak dioperasikan dengan tepat.
Purwarupa teknologi ini sudah diperkenalkan pada Lexus UX300e sejak 2022.
Pada pameran GIIAS 2024, Lexus UX 300e Luxury turut dipamerkan dengan suara mesin sintetis yang dapat dipilih pengguna untuk menambah sensasi berkendara.
>>> Pemerintah Belum Putuskan Kebijakan Bea Keluar Batubara
Namun, penerapan transmisi manual tiruan pada model produksi massal masih menghadapi tantangan, terutama terkait regulasi klasifikasi kendaraan dan izin mengemudi di berbagai negara.
Beberapa negara, termasuk Jepang, memiliki lisensi khusus untuk pengemudi transmisi manual.
Sistem yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan ini berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai kategori kendaraan dan jenis SIM yang diperlukan.
Fitur Keselamatan Elektronik dan Mode Berkendara
Dalam paten terbaru, Toyota menyertakan fitur keselamatan pintar. Sistem komputer dapat mengenali tingkat kemampuan pengemudi dan menyesuaikan bantuan elektronik, termasuk hill hold assist.
Pengemudi pemula bisa mendapatkan intervensi elektronik lebih besar untuk mencegah kesalahan fatal, sementara pengguna berpengalaman hanya menerima bantuan pada kondisi tertentu.
Toyota juga mempertimbangkan mode launch control yang mensimulasikan pelepasan kopling agresif untuk akselerasi optimal.
>>> IHSG Ambrol 4,52 Persen ke Level 5.342,13 pada 8 Juni 2026
Hingga saat ini, pabrikan belum mengungkapkan jadwal resmi produksi massal teknologi tersebut.
Update Terbaru
BI Terus Angkat Budaya Nusantara Lewat Museum dan Desain Rupiah
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$100 per Barel
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Respons MUI Usai Didatangi Menko Yusril Soal Abdul Karim Palestina
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Vietnam dan Kamboja Main
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
WRI: Subsidi Energi Bisa Bengkak Jika Truk Masih Bergantung Solar
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Dilarang di China, Harga per Gram Teh Ini Setara 6 Gram Emas
Jumat / 24-07-2026, 06:29 WIB
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar
Jumat / 24-07-2026, 06:28 WIB
IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat Jelang Akhir Pekan
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Prabowo Sentil Londo Ireng Modern: Wartawan, Pengamat, dan LSM
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Lamine Yamal dan Haaland, Pemain dengan Taksiran Harga Tertinggi
Jumat / 24-07-2026, 06:26 WIB
Meta Patenkan Teknologi AI Pendeteksi Mood Lewat Analisis Suara
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
EA Sports Resmi Umumkan EA Sports FC 27, Rilis September 2026
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Middlesbrough Resmi Dapatkan Sebastian Berhalter dari Vancouver Whitecaps
Jumat / 24-07-2026, 06:08 WIB
Komentar Scott Dixon soal NASCAR Picu Perdebatan Sengit
Jumat / 24-07-2026, 06:07 WIB







