IHSG Ambrol 4,52 Persen ke Level 5.342,13 pada 8 Juni 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan tajam pada penutupan perdagangan Senin, 8 Juni 2026.
Indeks ambrol 4,52 persen atau turun 252 poin ke level 5.342,13.
>>> Tidur Siang yang Tepat Mampu Meningkatkan Kesehatan Otak Dewasa
Data RTI Infokom menunjukkan mayoritas saham berada di zona merah. Sebanyak 661 saham terkoreksi, 78 saham stagnan, dan hanya 78 saham yang mampu menguat.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.438,62 triliun. Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 5.317,90 hingga 5.523,94.
Saham Papan Atas Terpukul
Sektor perbankan dan telekomunikasi menjadi motor utama pelemahan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 4,43 persen ke Rp4.850 per saham dengan volume transaksi 704,3 juta saham senilai Rp3,5 triliun.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) merosot 5,47 persen ke Rp2.590 per saham.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengalami koreksi paling dalam sebesar 14,86 persen ke Rp2.350 per saham.
Tekanan jual juga melanda saham ANTM yang melemah 8 persen ke Rp2.530 per saham.
>>> Inflasi Medis Ancam Daya Beli Asuransi Kesehatan
Saham BUMI menyusut 6,47 persen ke Rp130, dan BRPT terkikis 6,42 persen menjadi Rp1.385 per saham.
Sentimen Global dan Domestik
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan pelaku pasar mencermati eskalasi konflik AS-Iran. Situasi geopolitik ini memicu kekhawatiran lonjakan inflasi dan arah suku bunga global.
Sentimen juga dipengaruhi pertemuan OPEC+ pada 7 Juni 2026 yang berlangsung tanpa kehadiran Uni Emirat Arab.
Dari sektor teknologi, investor menanti IPO SpaceX di Nasdaq pada 12 Juli 2026.
Di dalam negeri, pasar mengantisipasi rilis data cadangan devisa Mei 2026 pada 8 Juni, indeks keyakinan konsumen Mei pada 10 Juni, dan data penjualan eceran April pada 11 Juni.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Analis memproyeksikan IHSG masih fluktuatif tinggi pada pekan ini. Support indeks berada di rentang 5.400-5.500, sementara resistance di kisaran 5.700-5.800.
Faktor pengganggu stabilitas meliputi pelemahan rupiah, spekulasi RDG darurat, rumor pergantian Menteri Keuangan dan Gubernur BI, serta kekhawatiran penurunan rating utang oleh S&P.
>>> WNI Tewas Ditikam Sesama WNI di Hokkaido Jepang
Pasar juga cemas terhadap potensi penurunan status indeks Indonesia oleh MSCI ke Frontier Market. Respons negatif atas beberapa kebijakan pemerintah turut membebani sentimen.
Update Terbaru
Shigeru Miyamoto Kritik Keras Pengejaran Keuntungan Jangka Pendek di Industri Game
Jumat / 24-07-2026, 08:04 WIB
Cara Cek Bansos PKH Juli 2026 Secara Online dengan NIK
Jumat / 24-07-2026, 08:04 WIB
Cara Cek Penerima BPNT 2026: Panduan Lengkap Lewat Website dan Aplikasi
Jumat / 24-07-2026, 08:04 WIB
Dude Harlino Kembalikan Honor Brand Ambassador DSI Rp5,25 Miliar ke Polisi
Jumat / 24-07-2026, 08:01 WIB
Sarwendah Geram Mendiang Ayah Diseret dalam Polemik Rumah Bersama Ruben Onsu
Jumat / 24-07-2026, 08:01 WIB
Sarwendah Ogah Kejar Nafkah Anak dari Ruben Onsu, Pilih Mandiri
Jumat / 24-07-2026, 08:01 WIB
Pesan Rahasia Jokowi ke Gibran: 'Jangan Jejer' dengan Prabowo?
Jumat / 24-07-2026, 08:01 WIB
Kebaya Modern Lahir dari Proyek Politik Budaya, Bukan Sekadar Tradisi
Jumat / 24-07-2026, 08:01 WIB
Ramalan Zodiak 24 Juli: Aquarius Kesetiaan Diuji, Pisces Tenangkan Diri
Jumat / 24-07-2026, 08:00 WIB
Geely Luncurkan Mobil Bensin di Tengah Tren Listrik, Ini Alasannya
Jumat / 24-07-2026, 08:00 WIB
Poinpy, Platformer Modern Terbaik, Kembali Gratis Setelah Setahun Hilang
Jumat / 24-07-2026, 07:57 WIB
O'Higgins Hadapi Boca Juniors di Playoff Copa Sudamericana
Jumat / 24-07-2026, 07:57 WIB
Johnny Depp Kejutkan Penggemar Comic-Con sebagai Ebenezer Scrooge
Jumat / 24-07-2026, 07:57 WIB
Epic Games Rilis Delapan Cube Sprite Baru di Fortnite
Jumat / 24-07-2026, 07:57 WIB







