PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) tengah bersiap menghadapi fase adaptasi bisnis kartu perdana menyusul pemberlakuan registrasi kartu SIM berbasis biometrik pada 1 Juli 2026.

Perubahan sistem pendaftaran yang lebih ketat diperkirakan memengaruhi kecepatan aktivasi di tingkat distributor.

>>> BRI Luncurkan QRIS Cross Border di China untuk Transaksi Wisatawan

Tekanan jangka pendek berpotensi terjadi akibat pola registrasi yang kini jauh lebih rumit dibanding sebelumnya.

Meski demikian, manajemen tetap memandang positif regulasi baru ini sebagai langkah menciptakan industri yang sehat.

Perusahaan memproyeksikan bahwa ekosistem pasar dan jaringan distribusi akan segera menyesuaikan diri dengan regulasi biometrik tersebut.

“Pada awal implementasi mungkin akan ada masa adaptasi bagi pelanggan dan kanal distribusi.

Namun, kami optimistis pasar akan beradaptasi dengan baik dan kebijakan ini justru mendukung pertumbuhan industri yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Reza Mirza, Group Head Corporate Communication & Sustainability EXCL.

>>> Garda Revolusi Iran Serang Pabrik Petrokimia Israel di Haifa

Pergeseran Fokus Bisnis ke Layanan Data dan Digital

Manajemen emiten telekomunikasi ini memaparkan bahwa ketergantungan pendapatan industri terhadap penjualan kartu perdana saat ini sudah mulai berkurang.

Sektor digital dan paket data kini menjadi motor utama pertumbuhan bisnis operator seluler.

“Secara umum, pertumbuhan bisnis telekomunikasi saat ini semakin didorong oleh layanan data dan digital.

Fokus operator tidak hanya pada penjualan kartu perdana, tetapi juga pada pengembangan basis pelanggan yang aktif serta peningkatan kualitas pengalaman pelanggan,” kata Reza Mirza.

Validitas data pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia diharapkan dapat meningkat secara signifikan melalui skema baru ini.

>>> Komisi II DPR Desak Menkeu Relaksasi Batas Belanja Pegawai Pemda

Pergeseran fokus industri kini mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas kartu SIM yang beredar.