Berdasarkan data Bola.

com, Pratama Arhan merupakan pemain yang paling sering diturunkan olehnya sebanyak 49 kali, disusul Asnawi Mangkualam 46 kali, dan Marselino Ferdinan sebanyak 32 kali.

"Ya, pasti ada niat untuk saya membawa pemain-pemain Timnas Indonesia sebelumnya yang bersama saya juga," ujar Shin Tae-yong.

>>> Pemerintah Inggris Siapkan Anggaran Parade Juara Rp12 Miliar untuk Timnas

Namun, ia mengaku harus bersikap realistis mengingat situasi kepemilikan kontrak para pemain tersebut di klub mereka masing-masing saat ini.

"Tetapi kan kita harus lihat situasi masing-masing pemain seperti apa, contoh seperti kontrak mungkin sudah terikat bersama tim-tim sekarang dan lain-lain juga," jelas Shin Tae-yong.

Mengenai visi ke depan, pria asal Korea Selatan tersebut menegaskan komitmennya untuk mendongkrak performa tim demi memikat kembali kehadiran para pendukung di stadion.

"Target saya pastinya ingin dapat prestasi yang baik.

Dan akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa para fans Persija ingin melihat atau menonton kembali untuk permainan Persija," tutur Shin Tae-yong.

Ia berharap kerja sama yang solid dengan seluruh elemen tim dapat membawa klub berlambang Monas tersebut menempati papan atas kompetisi sepak bola nasional.

"Jadi dengan menjadi satu dengan para pemain, mungkin saja bisa di posisi yang terbaik di Indonesia," ucap Shin Tae-yong.

Sementara itu, manajemen klub memaparkan bahwa proses pemilihan sang pelatih membutuhkan penyesuaian visi jangka panjang, termasuk keterlibatannya dalam pembenahan fasilitas tim.

"Durasi kontrak Persija bersama Shin Tae-yong kurang lebih selama tiga tahun," ujar Mohamad Prapanca, Presiden Persija.

Pihak manajemen menekankan bahwa penunjukan ini diharapkan mampu memenuhi target besar klub untuk kembali bersaing dalam perebutan takhta juara pada musim-musim mendatang.

>>> Analisis: Spanyol Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026

"Ya tadi kami berproses. Jadi tentunya coach Shin Tae-yong juga perlu terlibat dalam infrastruktur Persija," jelas Mohamad Prapanca.