Pemerintah Inggris Siapkan Anggaran Parade Juara Rp12 Miliar untuk Timnas
Pemerintah Britania Raya dikabarkan telah menyusun rencana perayaan besar-besaran jika Timnas Inggris berhasil menjuarai Piala Dunia 2026.
Anggaran parade kemenangan tersebut diperkirakan mencapai 500 ribu poundsterling atau sekitar Rp12,1 miliar. Dana ini disiapkan untuk menyambut Harry Kane dan rekan-rekannya.
>>> Analisis: Spanyol Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026
Kementerian Kebudayaan, Media, dan Olahraga (DCMS) mulai merancang skenario perayaan tersebut. Langkah ini diambil untuk menyambut potensi sejarah baru pada musim panas mendatang.
Pelatih Thomas Tuchel kini mengemban misi mengakhiri puasa gelar Inggris selama enam dekade. Jika berhasil, ia akan menjadi pelatih pertama yang membawa Inggris juara Piala Dunia sejak 1966.
Optimisme meningkat setelah Inggris masuk unggulan dan tergabung di Grup H bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Namun, tantangan berat menanti di fase gugur melawan Spanyol, Prancis, dan Argentina.
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan pada 19 Juli di New Jersey, AS. DCMS memproyeksikan parade dapat digelar pada pekan berikutnya di London.
Pejabat Whitehall telah menggelar konsultasi informal dengan Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Pertemuan membahas manajemen kerumunan massa yang diperkirakan mencapai jutaan orang.
Konsep pesta juara ini mengadopsi kesuksesan parade Timnas Putri Inggris saat memenangi Euro 2025. Pemerintah menilai anggaran tersebut sepadan dengan dampak positif pada moral masyarakat dan sektor pariwisata.
>>> Bagnaia Peringkat Ketiga di Latihan MotoGP Prancis Meski Jatuh
Kendala logistik penerbangan jarak jauh masih harus diatasi.
Skuad Inggris menempuh perjalanan tujuh jam dari New York ke London, sehingga perayaan kemungkinan baru bisa digelar pada pertengahan pekan setelah final.
Evaluasi Performa dari Thomas Tuchel
Di sisi lain, Tuchel meminta anak asuhnya segera berbenah setelah Inggris hanya menang tipis 1-0 atas Selandia Baru dalam laga pemanasan.
Mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen itu menilai performa tim masih jauh dari standar ideal, terutama di babak pertama.
"Pada babak pertama kami sering berada di posisi yang salah dan permainan terlalu mengandalkan improvisasi," kata Tuchel.
"Itu memperlambat permainan dan membuat tekanan setelah kehilangan bola sulit dilakukan karena posisi yang tidak tepat saat menyerang," jelasnya.
>>> Marco Bezzecchi Amankan Tiket Kualifikasi 2 MotoGP Prancis
Tuchel juga memaklumi kondisi fisik pemain yang baru kembali berkumpul setelah musim kompetisi klub. "Kami hanya memiliki empat sesi latihan bersama dan banyak perubahan komposisi tim," tuturnya.
Update Terbaru
Game Jump+ Jumble Rush Tutup Layanan pada 17 September
Jumat / 24-07-2026, 20:43 WIB
Panduan Senjata Terbaik Free Fire untuk Setiap Jarak
Jumat / 24-07-2026, 20:43 WIB
Free Fire X Blue Lock: Tips Hemat Diamond Dapatkan Bundle Rin Itoshi
Jumat / 24-07-2026, 20:43 WIB
Pixel 10 Pro vs XL: Ukuran Kecil Bikin Menyesal Setiap Hari
Jumat / 24-07-2026, 20:43 WIB
4 Shio Paling Cocok untuk Kelinci dalam Percintaan
Jumat / 24-07-2026, 20:43 WIB
Kisah Tani Kota Sejati 58 Kebagusan: Tumpukan Sampah Disulap Jadi Hamparan Hijau
Jumat / 24-07-2026, 20:42 WIB
Ketergantungan pada Marketplace Mulai Dipertanyakan, Saatnya Melirik Alternatif Baru
Jumat / 24-07-2026, 20:42 WIB
TPM Bakal Jadi Syarat Wajib untuk KMS Mulai Windows Server Berikutnya
Jumat / 24-07-2026, 20:40 WIB
Epic Games Store Bagi Game Gratis Lagi! Minggu Ini Kamu Bisa Klaim Foretales
Jumat / 24-07-2026, 20:39 WIB
Ibu Ben dan Casey Affleck Meninggal di Usia 83 Tahun Setelah Lawan Kanker
Jumat / 24-07-2026, 20:39 WIB
Chris Brown Mengaku Bersalah atas Serangan 2023 di London
Jumat / 24-07-2026, 20:35 WIB
Nanik S Deyang Berpotensi Diperiksa Kejagung di Kasus Korupsi MBG
Jumat / 24-07-2026, 20:34 WIB
Nilai Investasi Alphabet di Anthropic Melonjak Jadi Rp2.223 Triliun
Jumat / 24-07-2026, 20:34 WIB
Menguak Jejak Genetik Langka pada Populasi Terisolasi
Jumat / 24-07-2026, 20:30 WIB







