Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), resmi dijatuhi sanksi berat oleh Korea Football Association (KFA).

STY dilarang melatih di Korea Selatan selama 10 tahun. Hukuman ini buntut dari insiden yang terjadi saat ia menangani klub Ulsan HD pada 2025.

>>> iQOO Z11 Lite Resmi di India: Layar 120Hz dan Baterai 6500mAh

Kronologi Kasus

Kasus ini bermula dari dugaan kekerasan yang dilakukan STY terhadap bek Ulsan, Jung Seung-hyun, saat acara perkenalan klub.

Insiden tersebut viral di media sosial. Selain itu, STY juga diduga bermain golf di tengah jadwal kompetisi.

KFA kemudian membuka investigasi bersama Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

Hasil investigasi membuat STY dikenakan hukuman larangan beraktivitas di sepak bola Korea, termasuk melatih klub, selama satu dekade.

Meski demikian, STY masih bisa berkarier di luar Korea Selatan.

>>> iQOO Z11 Lite Resmi Meluncur, Ini Kesan Pertama dan Spesifikasinya

Tanggapan STY

STY angkat bicara setelah hukuman dijatuhkan. Ia menilai sanksi tersebut tidak adil.

"Ada banyak aspek yang terasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran.

Tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana domestik juga sedang tidak baik," ujar STY.

Pelatih yang kini menangani Persija Jakarta itu mengaku tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding.

>>> 6 Cara Alami Menghilangkan Flek Hitam di Wajah Menurut Ahli

Yang pasti, hukuman tersebut hanya berlaku di Korea Selatan dan tidak memengaruhi pekerjaannya saat ini di Persija Jakarta.