>>> Bahlil Pastikan Pasokan Gas Domestik Aman di Tengah Kenaikan Harga

"Faktor global menjelaskan mengapa hampir semua mata uang negara berkembang tertekan, tetapi faktor domestik menjelaskan mengapa rupiah dapat melemah lebih dalam dan IHSG terkoreksi lebih tajam.

Dengan kata lain, tekanan luar negeri menyalakan api, tetapi ketidakpastian kebijakan domestik memperbesar rambatannya," demikian Josua.

Langkah Konkret yang Disarankan

Guna mengatasi tren negatif ini, Josua menyarankan pemerintah mengambil lima langkah konkret termasuk menegaskan disiplin defisit di bawah 3 persen PDB, memperkuat penerimaan negara, serta menjaga transparansi tata kelola Danantara.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia dan mempercepat reformasi pasar modal demi melindungi investor.

Jika komunikasi kebijakan tetap tidak meyakinkan dan terjadi penurunan peringkat oleh S&P atau status pasar saham oleh MSCI, arus modal asing yang keluar berpotensi membengkak hingga kisaran US$7 miliar sampai US$10 miliar.

"Tekanan terbesar mungkin di pasar saham, sedangkan pasar obligasi relatif lebih tertahan karena porsi asing di SBN sudah lebih rendah dibandingkan periode 2013 dan investor domestik berperan lebih besar," katanya.

Kondisi pasar obligasi hari ini mencatatkan kenaikan imbal hasil di mana hampir seluruh instrumen berada di kisaran 7 persen.

>>> Michael Carrick Incar Sam Johnstone untuk Manchester United

Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun melonjak 38,4 basis poin ke posisi 7,26 persen, sementara tenor 5 tahun naik menjadi 7,33 persen, dan tenor 1 tahun menyentuh angka 7,28 persen.