Rupiah Merosot ke Rp18.178 per Dolar AS, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup merosot 0,87 persen ke level Rp18.178 per dolar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026).
Penurunan tajam ini tercatat sebagai posisi penutupan terlemah sepanjang sejarah akibat kombinasi tekanan global dan domestik.
>>> Pemerintah Kejar Target Penyelesaian Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo
Dilansir dari Bloomberg Technoz, kemerosotan ini dipicu lonjakan indeks dolar AS ke level 100,09 dan kenaikan harga minyak mentah dunia sebesar 5,09 persen menjadi US$97,83 per barel akibat serangan rudal Iran ke Israel.
Tekanan eksternal tersebut diperparah oleh penurunan cadangan devisa Indonesia selama lima bulan beruntun dengan total mencapai US$11,57 miliar.
Situasi ini turut menyeret mayoritas mata uang di kawasan Asia ke zona merah, termasuk ringgit Malaysia, rupee India, baht Thailand, peso Filipina, dan dolar Taiwan.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut terkoreksi dalam sebesar 4,28 persen pada penutupan perdagangan sore hari ini.
Faktor Domestik Memperparah Pelemahan
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai bahwa kejatuhan rupiah yang menembus level psikologis baru dan koreksi tajam IHSG mencerminkan gejala memburuknya kepercayaan pasar secara mendalam.
Faktor luar negeri seperti penundaan pemangkasan suku bunga AS dan ketegangan Timur Tengah berkontribusi sekitar 55 hingga 60 persen terhadap tekanan ini.
"Dari dalam negeri, pasar semakin sensitif terhadap arah kebijakan fiskal, pelebaran defisit, kebutuhan subsidi energi, tata kelola Danantara, isu transparansi pasar saham, serta kekhawatiran terhadap independensi otoritas moneter," papar Josua.
Menurut analisisnya, faktor domestik kini memegang porsi 40 hingga 45 persen karena investor mulai meragukan konsistensi kebijakan pemerintah di tengah volatilitas global.
Update Terbaru
DSI dan Bursa Mineral: Arsitektur Baru Kedaulatan Komoditas Indonesia
Senin / 08-06-2026, 17:00 WIB
Persija Jakarta Targetkan Juara Liga Bersama Pelatih Shin Tae-yong
Senin / 08-06-2026, 16:59 WIB
Bobby Nasution Tuntut PLN Berikan Kompensasi Pemadaman Listrik di Sumut
Senin / 08-06-2026, 16:56 WIB
Pemerintah Salurkan Dana PIP 2026 dalam Tiga Termin
Senin / 08-06-2026, 16:56 WIB
Kemendag Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Elektronik, Gantikan Permendag 31/2023
Senin / 08-06-2026, 16:56 WIB
Harga Minyak WTI Melonjak 4,5% Usai Israel Serang Pabrik Petrokimia Iran
Senin / 08-06-2026, 16:56 WIB
WHO: Pangan Tercemar Sebabkan 1,5 Juta Kematian per Tahun
Senin / 08-06-2026, 16:56 WIB
Prabowo Lantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Senin / 08-06-2026, 16:54 WIB
Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Senin / 08-06-2026, 16:54 WIB
Kemendag Siapkan Negosiasi Tarif Ekspor Baru dengan AS
Senin / 08-06-2026, 16:54 WIB
Kecelakaan Horor Moto3 Hungaria, David Munoz Patah Tulang Panggul
Senin / 08-06-2026, 16:53 WIB
Anggito Abimanyu Paparkan Kebijakan PPh Final UMKM 0,5 Persen
Senin / 08-06-2026, 16:53 WIB
Studio MAPPA Siapkan Pengumuman Terbaru Anime Jujutsu Kaisen Season 4
Senin / 08-06-2026, 16:52 WIB
Said Iqbal Hadiri Pelantikan Penasihat Khusus Presiden di Istana
Senin / 08-06-2026, 16:52 WIB






