Pemerintah terus mempercepat konstruksi Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. Ruas sepanjang 96,57 kilometer ini ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2028.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mencatat sejumlah paket pengerjaan tahap awal sudah memasuki fase akhir.

>>> Bahlil Pastikan Pasokan Gas Domestik Aman di Tengah Kenaikan Harga

Jalan tol ini dirancang dengan kecepatan rencana 100 kilometer per jam dan fasilitas 2x3 lajur.

Tol ini juga akan dilengkapi 11 simpang susun.

"Ruas tol ini akan menjadi akses strategis menuju Yogyakarta dan Bandara YIA, menghadirkan perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman," ujar manajemen BPJT.

Dampak bagi Mobilitas dan Logistik

Interkoneksi jalan tol ini diharapkan membawa dampak positif bagi distribusi barang dan pergerakan masyarakat. Kawasan ekonomi dan pariwisata di sepanjang koridor juga diproyeksikan tumbuh lebih cepat.

>>> Michael Carrick Incar Sam Johnstone untuk Manchester United

"Proyek ini akan meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan, mendukung kelancaran arus mobilitas manusia dan barang, serta memperkuat jaringan logistik regional," tambah manajemen BPJT.

Tahapan Pembangunan

Pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi tiga tahapan utama. Tahap 1 membentang dari Kartasura hingga Sleman dan terdiri atas lima paket pekerjaan.

Ruas Kartasura-Klaten dan Klaten-Prambanan kini sudah beroperasi penuh. Sementara itu, realisasi fisik ruas Prambanan-Purwomartani telah mencapai 95,28 persen.

Ruas JC Sleman-Trihanggo mencapai 80,74 persen, dan Purwomartani-Maguwo sebesar 39,52 persen. Untuk tahap 2 dan 3, proses pembebasan lahan masih berlangsung.

>>> BEI Catat Dua Sekuritas Terapkan Skema Liquidity Provider Saham

"Untuk tahap 2 dan 3, masih dalam proses pembebasan lahan. Ruas tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo direncanakan beroperasi pada 2028," kata Wilan Oktavian, Kepala BPJT Kementerian PU.