Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Berdasarkan data TradingView yang dikutip dari Market, rupiah turun 0,75% ke level Rp18.170 per dolar AS.

>>> IMF Peringatkan Dunia Hadapi Guncangan Ekonomi Berkelanjutan

Pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen global dan memburuknya kepercayaan pelaku pasar terhadap kondisi domestik.

Mata Uang Asia Lainnya Ikut Tertekan

Penurunan rupiah sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS.

>>> Kemenkes: Indonesia Kekurangan 93.200 Dokter Umum pada 2032

Yuan China melemah 0,27%, dolar Taiwan turun 0,01%, ringgit Malaysia terdepresiasi 1,12%, baht Thailand melemah 0,24%, dolar Hong Kong turun 0,03%, dan yen Jepang terkoreksi 0,04%.

Namun, beberapa mata uang Asia masih mampu menguat, seperti won Korea Selatan yang terapresiasi 1,77%, rupee India naik 0,76%, dan peso Filipina menguat 0,09%.

>>> PTPP Bangun RSUD Mamuju Tengah Senilai Rp143 Miliar

Sementara itu, pergerakan dolar Singapura relatif stagnan.