Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memproyeksikan Indonesia akan kekurangan sekitar 93.200 dokter umum pada 2032.

Proyeksi ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (8/6/2026).

>>> PTPP Bangun RSUD Mamuju Tengah Senilai Rp143 Miliar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa kebutuhan dokter umum secara nasional diperkirakan mencapai 255.420 orang pada 2032.

Namun, pasokan yang tersedia hanya sekitar 162.220 orang.

"Kita lihat bahwa kebutuhan dokter umum itu gap-nya masih sangat merah.

Jadi kalau kita dibilang sudah cukup, masalahnya di distribusi, data yang kita miliki tidak demikian," kata Budi Gunadi Sadikin.

Lulusan Baru Belum Mencukupi

Saat ini, lembaga pendidikan tinggi di Indonesia baru mampu meluluskan sekitar 12.000 hingga 14.000 dokter umum per tahun.

>>> Universitas Airlangga Buka Pendaftaran Jalur Seleksi Mandiri Juni 2026

Jumlah ini dinilai belum cukup untuk mengejar ketertinggalan.

"Lulusan per tahun kita baru sekitar 12.000, atau mungkin 13.000–14.000 orang untuk mengejar gap ini," terang Budi Gunadi Sadikin.

Kalkulasi perencanaan jangka panjang ini mempertimbangkan daya tampung kelulusan baru, angka pensiun, tingkat kematian dokter, serta perpindahan tenaga medis antarwilayah.

Pemerintah juga mengukur durasi antrean pasien, jam kerja dokter, ketersediaan fasilitas kesehatan, hingga dinamika pergeseran epidemiologi dan demografi masyarakat.

Struktur demografi Indonesia mulai berubah karena populasi warga lanjut usia di beberapa daerah sudah melampaui jumlah balita.

>>> Wuling Beri Garansi Lifetime Komponen Inti Eksion EV dan PHEV

Kondisi ini memicu lonjakan kebutuhan terhadap dokter spesialis penyakit dalam serta spesialis penyakit degeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, dan demensia.