Teknisi Ingatkan Bahaya Limbah Baterai Motor Listrik yang Mengandung Racun
Populasi sepeda motor listrik di Indonesia terus bertambah. Seiring hal itu, bengkel spesialis perbaikan motor listrik mulai bermunculan di berbagai daerah.
Berbeda dengan motor konvensional, motor listrik memiliki komponen yang lebih sederhana.
>>> Kim Soo Hyun Pulihkan Karier di Filipina Usai Bersih dari Tuduhan
Masalah yang sering ditemui biasanya berkaitan dengan baterai, dan kerusakan sering hanya terjadi pada beberapa sel di dalamnya.
Pada motor konvensional, komponen bekas masih memiliki nilai ekonomis. Namun, limbah baterai motor listrik tidak bisa dibuang sembarangan karena menyimpan risiko lingkungan yang serius.
Kandungan Kimia Berbahaya
Uga, teknisi dari Bogor Electric Motion (BEMo), menjelaskan bahwa sel baterai yang rusak tidak lagi berisiko meledak. Namun, kandungan kimia di dalamnya tetap menjadi ancaman.
"Bahaya seperti meledak sih tidak, karena sel baterai yang rusak sudah hilang tegangan dan arusnya," ujar Uga.
Menurut Uga, ancaman terbesar berasal dari material kimia seperti fosfor, alkalin, dan zat lainnya. Jika penanganannya keliru, zat-zat ini bisa merusak lingkungan.
>>> XLSmart Gelar Bravo 500 Summit 2026 untuk Percepat Transformasi Digital
"Isi dari sel baterai itu beracun kalau termakan atau dikubur di tanah. Bisa jadi membuat tanah tidak subur," kata Uga.
Pemanfaatan Sel Bekas yang Masih Layak
Dalam proses servis, tidak semua sel yang diganti benar-benar mati. Mekanik biasanya memilah sel yang rusak parah dengan yang masih memiliki kapasitas daya baik.
Sel baterai bekas yang masih layak bisa dimanfaatkan untuk keperluan internal bengkel atau edukasi.
"Sel baterai bekas yang masih oke tetap saya pakai, paling buat sendiri, atau pembelajaran, atau buat tes-tes unit kendaraan saja," tutur Uga.
Sel bekas yang lolos uji kualitas juga bisa menjadi solusi alternatif bagi pemilik motor listrik dengan keterbatasan dana.
>>> Ahli Peringatkan Risiko Cosmeticorexia pada Anak Akibat Skincare Berlebihan
"Kecuali konsumen yang minat dengan kondisi baterai bekas dengan alasan kurang budget. Tapi yang untuk konsumen, walau bekas, tetap harus dijaga dan dipastikan dulu QC-nya baik," ucapnya.
Update Terbaru
Model AI China Zhipu Gagalkan Serangan Agen Otonom OpenAI
Jumat / 24-07-2026, 08:43 WIB
Kenapa Perempuan Lebih Rentan Autoimun? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Jumat / 24-07-2026, 08:42 WIB
Oiwa Go Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jepang
Jumat / 24-07-2026, 08:42 WIB
Harga Minyak Tembus US$100 per Barel, Indonesia Waspadai Dampaknya
Jumat / 24-07-2026, 08:39 WIB
5 Fakta Jelang Duel Jonatan vs Victor Lai di China Open
Jumat / 24-07-2026, 08:39 WIB
Samsung Galaxy Watch Ultra2 vs Galaxy Watch9: Mana Smartwatch AI Paling Layak?
Jumat / 24-07-2026, 08:39 WIB
Purbaya Buka-bukaan soal Usul Universal Banking OJK: Belum Disepakati
Jumat / 24-07-2026, 08:36 WIB
DPR Akan Bahas Isu LGBTQ dalam RUU Sisdiknas, Tak Hanya Kurikulum
Jumat / 24-07-2026, 08:36 WIB
Cara Skrining Kesehatan di BPJS Kesehatan Lewat Aplikasi Mobile JKN
Jumat / 24-07-2026, 08:36 WIB
Trump: Semua Kerusakan Kapal di Hormuz Bakal Diganti Pakai Uang Iran
Jumat / 24-07-2026, 08:36 WIB
Angelelli Automobili Ciptakan Porsche 911 Bertenaga 800 HP dengan Konfigurasi Mesin Tengah
Jumat / 24-07-2026, 08:36 WIB
Prabowonomics: Konsep Ekonomi Prabowo Subianto untuk Kemandirian dan Pertumbuhan 8 Persen
Jumat / 24-07-2026, 08:36 WIB
Sopir Alphard Terobos Bundaran HI Pamer KTA saat Mediasi dengan Satpam
Jumat / 24-07-2026, 08:35 WIB
Daftar Fitur Baru WhatsApp Juli 2026: Registrasi iPad hingga Bagikan Lagu ke Status
Jumat / 24-07-2026, 08:35 WIB







