PT Bank Mega Syariah mencatatkan lonjakan pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold hingga lebih dari Rp43 miliar pada Senin (8/6/2026) di Jakarta.

Realisasi tersebut naik sekitar 1.688 persen secara year-to-date, jauh melampaui pencapaian sepanjang tahun 2025 yang sebesar Rp2,42 miliar.

>>> PT Indo American Seafoods Targetkan Pendapatan Naik 30% pada 2026

Pertumbuhan ini dipicu oleh kesadaran finansial masyarakat yang semakin tinggi dalam mengalokasikan dana pada instrumen jangka panjang yang aman dan stabil.

Faktor Pendorong dan Prospek

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto A. Ferary menjelaskan bahwa emas merupakan instrumen yang stabil untuk diversifikasi portofolio investasi.

"Emas memiliki karakteristik yang relatif stabil dalam jangka panjang dan menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan masyarakat untuk diversifikasi portofolio.

Melalui Flexi Gold, kami berupaya menghadirkan akses kepemilikan emas yang lebih mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah," ujar Benadicto.

>>> Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik 9 Juni 2026 di GBK

Peningkatan pembiayaan juga didorong oleh proyeksi positif harga komoditas logam mulia di pasar global yang diprediksi terus menguat dalam jangka menengah dan panjang.

Secara geografis, Provinsi DKI Jakarta mendominasi penyaluran Flexi Gold dengan kontribusi 36,6 persen, sementara Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat pertumbuhan paling agresif hingga melampaui 21.283 persen.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Bank Mega Syariah akan fokus mengembangkan inovasi layanan serta menggalakkan edukasi investasi syariah kepada publik.

>>> Kementerian ESDM Buka Peluang Relaksasi Target RKAB Batu Bara 2026

Produk Flexi Gold menyediakan pilihan denominasi emas mulai dari 5 gram hingga 100 gram dengan margin pembiayaan 11 persen efektif per tahun, serta fasilitas bebas biaya cetak dan asuransi pengiriman dengan uang muka mulai dari 10 persen.