"Anda tidak perlu menyentuh saya untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Saya hanya ingin mendengar suara Anda," kata Joshua Boyd.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa awak kabin kini tidak hanya menghadapi sentuhan fisik yang mengganggu, tetapi juga rentan terhadap tindak kekerasan serta pelecehan verbal bernada seksual di dalam kabin.

Dalam catatan penerbangan pada 23 Agustus 2025, seorang penumpang bernama Valeria E.

dilaporkan menyerang dua pramugari maskapai Rusia, Pobeda Airlines, dalam rute Novosibirsk menuju Moskow karena permintaannya terkait ponsel ditolak petugas.

Berdasarkan laporan dari Aviation Knowledge, Valeria bersikap agresif sesaat setelah lepas landas dan mengabaikan surat peringatan tertulis dari kru kabin dengan cara meremas serta melemparkannya.

>>> Puluhan Ribu Peserta Ikuti Ujian Masuk PTKIN 2026 Secara Luring

Selain ancaman fisik, pelecehan verbal yang menyasar pramugari juga pernah menimpa Chloe Harrison dari maskapai Ryanair pada tahun 2023 dalam penerbangan menuju Barcelona, ketika serombongan suporter bola yang mabuk meneriakkan yel-yel vulgar setelah persediaan alkohol di pesawat habis.