Kru kabin dari berbagai maskapai penerbangan internasional menyuarakan keresahan atas maraknya aksi pelecehan dan kontak fisik tidak menyenangkan dari penumpang usil selama bertugas di udara.

Banyaknya insiden pramugari yang dicolek, dicubit, hingga dipegang di tengah penerbangan membuat sebagian kru kabin terpaksa mengenakan atribut khusus bertuliskan "No Touching" demi menjaga keselamatan dan kenyamanan mereka.

>>> Harga Emas Batangan Pecahan Kecil di BSI dan HRTA 8 Juni 2026 Beragam

Ungkapan kekecewaan mendalam ini salah satunya disampaikan oleh Michelle Montez, seorang pramugari veteran yang berpengalaman selama dua dekade di industri penerbangan.

"Sangat jarang ada penerbangan yang penumpang colek-colek itu tidak terjadi," kata Michelle Montez.

Keresahan Montez didukung oleh rekannya, Joshua Boyd dan Darion Foy, yang menyatakan bahwa tindakan usil para penumpang sudah bertransformasi menjadi masalah sistemik serius yang dihadapi mayoritas awak kabin di seluruh dunia.

"Anda bisa bicara dengan pramugari mana pun dari maskapai apa pun. Mereka semua akan setuju bahwa menyentuh fisik adalah sesuatu yang paling kami benci.

Kami menghadapinya begitu sering, ini sudah gila," kata Darion Foy.

Foy menambahkan bahwa area bokongnya telah beberapa kali dicubit oleh penumpang yang tidak bertanggung jawab.

Keluhan senada juga diutarakan oleh perwakilan serikat pekerja dari maskapai penerbangan Southwest Airlines yang membandingkan etika penumpang pesawat dengan pengunjung di tempat umum lainnya.

>>> Persija Jakarta Resmi Perkenalkan Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru

"Anda mungkin tidak akan masuk ke restoran lalu mencolek-colek pelayan, kan?" kata Sam Wilkins, seorang pramugari Southwest Airlines sekaligus pemimpin serikat pekerja.

Akibat tingginya intensitas pelecehan fisik ini, para pramugari kini lebih memilih penumpang menggunakan tombol panggilan di atas kepala jika membutuhkan bantuan.