Satuan Tugas Pangan Polri menduga adanya praktik kartel di balik penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani.

Dugaan ini muncul saat harga minyak sawit mentah (CPO) dunia justru mengalami kenaikan.

>>> PTPP Raih Proyek RSUD Mamuju Tengah Senilai Rp143 Miliar

Kepala Satgas Pangan Polri Ade Simanjuntak menyebut fenomena tersebut tidak wajar. "Padahal CPO di dunia naik.

Jadi kami menduga adanya indikasi kartel di sini, atau persekongkolan jahat untuk menyepakati TBS turun saat harga CPO cenderung naik," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (8/6/2026).

Penyelidikan mendalam akan segera dilakukan. Satgas Pangan akan menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) baik di tingkat pusat maupun daerah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan harga TBS ke tingkat semula. Langkah penegakan aturan disiapkan bagi pelaku industri yang tidak patuh.

>>> Apple Siapkan Pembaruan Besar Siri Berbasis AI di iOS 27

Amran mengungkapkan masih ada 300 perusahaan dari total 1.900 perusahaan di sektor kelapa sawit yang belum menaikkan harga TBS petani.

"Yang 300 ini akan kita periksa. Kita akan cek kenapa dia tidak menaikan seperti semula.

Bahkan harusnya naik 10% daripada harga sebelumnya karena ada selisih nilai dolar sekarang 18 ribu," jelasnya.

Satgas Pangan Polri menduga praktik kartel terjadi setelah harga TBS sawit petani turun di saat harga CPO dunia sedang naik.

>>> Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta, Usung Gaya Menyerang

Penyelidikan akan melibatkan KPPU untuk memastikan tidak ada persekongkolan yang merugikan petani.