Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegur sekitar 170 hingga 180 perusahaan kelapa sawit yang belum menyesuaikan harga pembelian tandan buah segar (TBS) dari petani.

Hal itu disampaikan Amran di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (18/6/2026) sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto.

in1

>>> Oppo Pastikan Peluncuran Reno 16 Series di Indonesia 3 Juli 2026

Menurut Amran, penyesuaian harga TBS dinilai lambat padahal harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sedang naik.

"Perkiraan saya ya, diskusi (dengan presiden) masalah TBS yang beberapa hari yang lalu turun," kata Amran.

Kementerian Pertanian melaporkan harga TBS di tingkat petani sebenarnya sudah mulai kembali normal setelah sempat merosot.

Namun, ketidakpatuhan masih ditemukan pada ratusan perusahaan yang sebelumnya telah mendapat surat teguran.

>>> Harga Emas Dunia Melemah Menuju Penurunan Mingguan Ketiga pada 19 Juni 2026

"Dari 274 (perusahaan) kemarin yang saya surati, ada mungkin sekitar 170-180 yang belum (menyesuaikan harga beli TBS)," ujar Amran.

Pemerintah menilai penurunan harga beli TBS di tengah lonjakan harga CPO global sebagai kondisi tidak wajar.

Pengawasan lapangan kini diperketat demi keadilan bagi petani sawit.

"Kita tindaklanjuti terus sampai dia harus naikkan, mutlak naikkan," tegas Amran.

>>> Meksiko vs Korea Selatan: Laga Penentu Grup A Piala Dunia 2026

Pertemuan dengan Presiden Prabowo juga membahas pasokan pangan nasional dan percepatan hilirisasi pertanian.