Pemerintahan Habibie berhasil menekan inflasi dari 77% pada 1998 menjadi 2% pada periode Januari-September 1999, serta mendorong independensi Bank Indonesia melalui UU Bank Indonesia.

Mengenai kondisi saat ini, Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Fatkur Huda, mengatakan pelemahan rupiah akan berdampak luas hingga ke masyarakat pedesaan.

"Nilai tukar rupiah yang menurun tetap memengaruhi harga kebutuhan pokok karena banyak sektor bergantung pada barang impor dan harga global," ujarnya.

Dampak nyata akan dirasakan pelaku UMKM, nelayan, dan petani akibat kenaikan harga BBM, pakan ternak, pupuk, serta bahan baku plastik.

Menurut Fatkur Huda, kenaikan biaya produksi tanpa diimbangi peningkatan pendapatan desa akan menekan daya beli warga dalam jangka panjang.

Pakar Ekonomi Universitas Airlangga, Prof Dr Imron Mawardi, menambahkan bahwa pelemahan rupiah memicu kenaikan harga barang dan biaya produksi yang berujung pada inflasi.

Meski demikian, Indonesia masih memiliki daya tarik investasi dan pasar yang besar.

>>> Moonshot AI Kumpulkan Dana Segar Rp36 Triliun, Valuasi Tembus Rp545 Triliun

"Pemerintah harus mendorong ekspor dan menarik investasi asing secara lebih terstruktur. Sementara BI perlu melakukan intervensi untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek," tutur Prof Imron.