Rupiah Tembus Rp 18.153, Ingatkan Publik pada Krisis 1998
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus tertekan dan mencapai level Rp 18.153 pada Senin (8/6/2026).
Angka ini memicu kembali ingatan publik terhadap krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1998.
>>> Orang Tua Perlu Mengenalkan Ragam Makanan Sejak Dini pada Bayi
Pada masa krisis 1998, rupiah sempat merosot tajam hingga mencatat rekor terendah di Rp 16.650 per dolar AS.
Padahal, sepanjang era 1990-an, mata uang Indonesia berada di kisaran Rp 2.000 per dolar AS.
Krisis moneter 1997-1998 dipicu oleh krisis finansial Asia yang mendorong investor menarik modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kondisi domestik diperparah oleh gejolak politik dan sosial yang memicu masalah utang serta sistem perbankan.
Pada akhir 1997, kurs rupiah di era Presiden Soeharto mulai naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 4.000.
Memasuki awal 1998, nilai tukar melonjak ke Rp 6.000 hingga sempat menyentuh Rp 13.000.
Meski sempat turun ke Rp 8.000 pada April 1998, situasi politik dan sosial meledak pada Mei 1998 dengan peristiwa penembakan mahasiswa, kerusuhan massa, dan runtuhnya Orde Baru.
Ketidakpastian itu menekan rupiah hingga puncaknya di Rp 16.650 pada Juni 1998.
Pemerintahan Presiden BJ Habibie kemudian dimulai di tengah kondisi ekonomi terburuk, ditandai inflasi tinggi dan kebangkrutan banyak perusahaan akibat utang luar negeri.
>>> Menteri ESDM Tegaskan Skema Gross Split Hanya untuk Sektor Migas
Namun, secara bertahap perekonomian membaik dan rupiah menguat ke kisaran Rp 6.500-Rp 7.000 per dolar AS.
Langkah penyelamatan meliputi restrukturisasi perbankan, pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), dan program blanket guarantee. Kerja sama dengan IMF juga dilanjutkan untuk mengembalikan kepercayaan pasar global.
Update Terbaru
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 24 Juli 2026, Tarif Rp8.000
Jumat / 24-07-2026, 07:02 WIB
Dokter Tifa Batal Diadili, Jokowi Disebut Ikut Selamat
Jumat / 24-07-2026, 07:01 WIB
Diduga Diperas Rp50 Juta oleh Oknum Polisi, Pedagang BBM Eceran Ngadu ke DPR
Jumat / 24-07-2026, 07:01 WIB
Heboh Diduga Diculik, Atlet Golf Jesslyn Ternyata Terbang ke Luar Negeri
Jumat / 24-07-2026, 07:01 WIB
Citizen Luncurkan Edisi Terbatas Tsuyosa Shore dengan Gaya Diver Vintage
Jumat / 24-07-2026, 07:01 WIB
Gaya Seksi Cinta Laura Pakai Cut-out Dress di Turki, Body Goals Bikin Salfok
Jumat / 24-07-2026, 07:01 WIB
Kapal LNG Es Pertama Merapat ke Terminal Gas Polandia, Tandai Perubahan Pasokan
Jumat / 24-07-2026, 07:01 WIB
Hakim Federal Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup untuk Pembunuh Mantan Ketua DPR Minnesota
Jumat / 24-07-2026, 06:57 WIB
Kode Shindo Life Juli 2026: Dapatkan Free Spins dan RELLcoins
Jumat / 24-07-2026, 06:54 WIB
Penggemar Splatoon di Inggris: Jangan Bayar Lebih untuk Paket Tiga Deep Cut amiibo
Jumat / 24-07-2026, 06:54 WIB
Jon Bernthal Ungkap Proses Transisi Punisher ke Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 24-07-2026, 06:53 WIB
Ryan Adams Batalkan Tur Eropa Akibat Kesulitan Finansial
Jumat / 24-07-2026, 06:53 WIB
Ketegangan Meningkat antara Gedung Putih dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin
Jumat / 24-07-2026, 06:53 WIB
Braves Hadapi Padres di Laga Penentu Seri Kandang
Jumat / 24-07-2026, 06:53 WIB







