IHSG Tertekan Pelemahan Rupiah dan Inflasi, Investor Asing Jual Masif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menghadapi tekanan kuat pada pekan perdagangan 8 hingga 12 Juni 2026.
Tekanan ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi domestik dan sentimen global yang menahan laju pertumbuhan indeks.
>>> Promo Rp999 Ribu Menginap di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Buruan Sebelum 20 Juni
Kinerja rupiah yang merosot dan realisasi inflasi Mei yang melampaui perkiraan awal mendorong aksi jual besar-besaran oleh investor asing di pasar modal dalam negeri.
Erosi Kepercayaan Investor
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, menyatakan bahwa IHSG masih berada dalam tekanan berat.
Inflasi Mei yang melampaui ekspektasi, rupiah yang menembus Rp18.000, dan total net foreign sell sepanjang tahun berjalan mencapai Rp60,8 triliun mencerminkan erosi kepercayaan investor yang sistemik.
Sentimen negatif diperparah oleh kondisi teknikal yang menunjukkan momentum bearish masih mendominasi pergerakan pasar.
Otoritas pasar menyarankan investor untuk memprioritaskan penyelamatan modal dengan membatasi transaksi pada saham lapis kedua dan ketiga yang minim likuiditas.
>>> Pemerintah Peluang Longgarkan Kuota Produksi Tambang Batubara
Penambahan posisi saham secara agresif saat harga turun juga tidak direkomendasikan sebelum rupiah menunjukkan tanda-tanda stabil.
Meski demikian, penurunan harga ini dinilai membuka peluang bagi investor jangka menengah untuk melirik saham berkapitalisasi besar.
Hari Rachmansyah menyarankan investor jangka menengah untuk selektif mencermati saham big caps di sektor perbankan dan consumer staples yang valuasinya sudah atraktif secara historis.
Investasi tetap dilakukan secara bertahap dengan alokasi porsi kecil sembari menunggu kepastian arah kebijakan moneter BI.
Pergerakan pasar pekan ini juga menanti rilis data ekonomi penting seperti cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, dan data inflasi Amerika Serikat.
>>> SCG Chemicals Lepas Saham TPIA Senilai Rp14,1 Triliun
Indo Premier Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Timah Tbk. (TINS) dengan target Rp3.340, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dengan target Rp715, dan PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR) dengan target harga Rp600.
Update Terbaru
Pasar Keuangan Asia Tertekan, IHSG dan Rupiah Ikut Terpuruk
Senin / 08-06-2026, 13:24 WIB
Harga Emas Spot Turun 1 Persen ke US$ 4.287,66 per Ons Troi pada 8 Juni 2026
Senin / 08-06-2026, 13:24 WIB
Saham Big Banks Berguguran, Cetak Rekor Terendah Baru
Senin / 08-06-2026, 13:20 WIB
Bahlil Tugaskan Lemigas Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia
Senin / 08-06-2026, 13:20 WIB
4 Data dan Fakta Kelolosan Timnas Indonesia U-19 ke Semifinal Piala AFF
Senin / 08-06-2026, 13:19 WIB
Polresta Yogyakarta Gelar Operasi Patuh Progo 2026 Selama Dua Pekan
Senin / 08-06-2026, 13:19 WIB
SCGC Kurangi Kepemilikan di Chandra Asri Pacific untuk Rebalancing Modal
Senin / 08-06-2026, 13:16 WIB
Meta hingga Alphabet Sepakati Ganti Rugi Dampak Media Sosial bagi Siswa
Senin / 08-06-2026, 13:16 WIB
IHSG Anjlok 2,87 Persen ke 5.434, Tertekan Geopolitik dan Domestik
Senin / 08-06-2026, 13:16 WIB
Malam 1 Suro 2026 Diperkirakan Dimulai pada 16 Juni Malam
Senin / 08-06-2026, 13:16 WIB
Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Secara Online, Begini Caranya
Senin / 08-06-2026, 13:16 WIB
IHSG Ambles 37,42% Sepanjang 2026, Aksi Jual Asing Capai Rp72,22 Triliun
Senin / 08-06-2026, 13:16 WIB
Pemerintah Longgarkan Kuota Produksi Batu Bara untuk Dongkrak Devisa
Senin / 08-06-2026, 13:14 WIB






