Perusahaan petrokimia asal Thailand, SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC), melepas sekitar 12,86 miliar lembar saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan nilai total Rp14,1 triliun.

Transaksi berlangsung pada 2 hingga 5 Juni 2026. Aksi ini merupakan bagian dari penyeimbangan kepemilikan saham (rebalancing) oleh SCGC.

>>> Truk Impor China Tekan Industri Karoseri Nasional di Karawang

Setelah divestasi, porsi kepemilikan SCGC di TPIA menyusut signifikan dari 30,57 persen menjadi 15,71 persen. SCGC kini masih memegang 13,59 miliar saham.

Penjualan dilakukan secara tidak langsung di pasar dalam beberapa tahapan harga. Dampaknya, porsi saham publik atau free float TPIA meningkat menjadi sekitar 25,7 persen.

Manajemen TPIA menegaskan bahwa transaksi ini tidak mengubah struktur pengendalian, manajemen, maupun operasional perseroan.

Komitmen SCGC sebagai Mitra Strategis

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyatakan bahwa SCGC tetap menjadi pemegang saham strategis jangka panjang.

"SCGC merupakan pemegang saham jangka panjang dan mitra strategis yang telah memberikan kontribusi penting bagi perjalanan pertumbuhan Chandra Asri Group.

>>> Danantara Pastikan Ekspor SDA Lewat PT DSI Berjalan Transparan

Transaksi ini mencerminkan prioritas alokasi modal SCGC dan tidak mengubah arah strategis, tata kelola, maupun komitmen perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Erwin dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Langkah ini juga tidak menggeser fokus transformasi bisnis TPIA di sektor energi, kimia, dan infrastruktur Asia Tenggara.

Tiga pemegang saham utama—Barito Pacific, SCGC, dan Thaioil Public Company Limited—secara kolektif kini menguasai 74,3 persen saham perusahaan.

Rincian divestasi menunjukkan SCGC menjual 1,03 miliar saham pada 2-3 Juni 2026 dengan rentang harga Rp1.698 hingga Rp2.070 per saham.

>>> Pemerintah Kejar Target Pembangunan Sekolah Rakyat Singkawang

Pada 4-5 Juni 2026, perusahaan melepas 11,83 miliar saham dengan harga terendah Rp962 per saham pada penjualan massal 9,14 miliar lembar saham.