Israel melancarkan serangan langsung ke dalam wilayah kedaulatan Iran menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara, Senin (16/5).

Serangan ini terjadi setelah situasi lapangan memanas akibat pengeboman di Beirut pada hari Minggu.

>>> Kemensos Buka Lowongan 8.180 PPPK Guru dan Tendik Sekolah Rakyat

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi bahwa fasilitas militer mereka menjadi sasaran serangan rudal balistik Israel.

Akibat ketegangan ini, harga minyak mentah dunia jenis Brent melonjak lebih dari 3% dan bertengger di atas US$96 per barel pada perdagangan pagi.

Sikap AS dan Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa eskalasi regional tidak akan menggagalkan negosiasi damai antara Washington dan Teheran.

Trump menegaskan dirinya sebagai pemegang keputusan tertinggi dalam perundingan tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabaikan usulan gencatan senjata AS di Lebanon. Netanyahu menilai konflik dengan Hezbollah harus diselesaikan terpisah dari urusan Iran.

>>> IHSG Ambles 2,49 Persen di Sejam Perdagangan Pertama 8 Juni 2026

Netanyahu membenarkan pengeboman di distrik Dahiyeh, Beirut pada hari Minggu sebagai respons atas serangan roket Hezbollah ke wilayah Israel.

Reaksi Iran

Ketua Parlemen Iran Mohammed Baqer Qalibaf dan utusan Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa aset AS dan Israel adalah target sah.

Mereka menuding Washington melanggar kesepakatan Lebanon.

Iran juga menuntut pencabutan total sanksi internasional dan pengakuan atas kendali mereka di Selat Hormuz yang saat ini masih diblokade.

>>> Harga RAM DDR5 CXMT Tetap Mahal, Setara Samsung dan Micron

Aksi saling serang ini mempersulit prospek pembukaan kembali Selat Hormuz dan mulai melibatkan negara-negara Arab tetangga yang menjadi markas pasukan militer AS.