Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali melemah pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Sebelumnya, IHSG ambles 245 poin ke level 5.594,7 atau turun 4,2 persen.

>>> Pemerintah Belum Pastikan Pencairan BLT Kesra Rp900.000 Juni 2026

Pelemahan ini dipengaruhi oleh situasi regional Asia-Pasifik yang ikut anjlok akibat berhentinya reli saham kecerdasan buatan.

Selain itu, serangan Israel ke Beirut serta penguatan minyak dunia dan dolar AS turut menekan pasar.

Di Wall Street, indeks Nasdaq mencatat penurunan harian terbesar sejak April 2025 akibat aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor dan teknologi.

Rekomendasi Saham dari Analis

Tim analis Mandiri Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk trading harian lengkap dengan target harga.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas membagikan analisis teknikal untuk beberapa emiten komoditas dan mineral.

Saham ANTM terkoreksi 0,36 persen ke 2.750 dan disertai tekanan jual.

>>> Bursa Saham Asia Terpuruk Tiga Hari Beruntun Akibat Aksi Jual Teknologi

Menurut MNC Sekuritas, posisi ANTM saat ini berada di awal wave 4 dari wave (C) dengan rekomendasi buy on weakness di rentang 2.690 hingga 2.740.

BRMS terkoreksi 1,92 persen ke 510 dan masih didominasi tekanan jual.

Pergerakan BRMS dianalisis berada pada bagian awal wave 4 dari wave (C) dengan target harga 610 hingga 660.

MBMA menguat 0,46 persen ke 434 dengan munculnya volume pembelian.

Posisi MBMA diproyeksikan berada pada bagian wave [v] dari wave C dari wave (B) dengan stoploss di bawah 374.

DAAZ menguat 7,60 persen ke 1.840 dan masih didominasi volume pembelian, namun tertahan MA20.

>>> Citra Tubindo Bagikan Dividen Rp 372 Miliar Imbas Kinerja Positif

Analis MNC Sekuritas menilai DAAZ berada pada bagian wave 5 dari wave (C) sehingga rawan berbalik terkoreksi ke rentang 860 hingga 1.135.