Bursa Saham Asia Terpuruk Tiga Hari Beruntun Akibat Aksi Jual Teknologi
Bursa saham Asia mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut akibat derasnya aksi jual pada saham-saham sektor teknologi.
Tekanan di pasar modal semakin diperparah oleh laporan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang kuat, memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan.
>>> Citra Tubindo Bagikan Dividen Rp 372 Miliar Imbas Kinerja Positif
Indeks Kospi Korea Selatan, yang sebelumnya menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik berkat saham kecerdasan buatan, merosot hingga lebih dari 8%.
Penurunan drastis ini memaksa otoritas bursa melakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Kemerosotan tajam di Korea Selatan dipicu oleh kerugian besar dari saham raksasa teknologi seperti Samsung Electronics Co dan SK Hynix Inc.
Indeks acuan pasar saham Asia MSCI melemah 1,6%, sementara saham-saham di Jepang ikut turun lebih dari 2%.
Sentimen pasar global sempat sedikit stabil ketika kontrak berjangka Nasdaq 100 berbalik naik 0,3% setelah menghapus kerugian awal.
Pergerakan ini terjadi setelah indeks utama Wall Street tersebut mencatat penurunan harian terburuk sejak April 2025 pada Jumat sebelumnya.
Ketegangan Timur Tengah dan Dampaknya
Ketegangan yang kembali memanas di Timur Tengah membuat harga minyak mentah jenis Brent naik 2,6% ke level US$95,60 per barel.
Namun, lonjakan harga minyak ini mulai melandai setelah Donald Trump menyatakan bahwa serangan rudal tersebut tidak akan mengganggu upaya perdamaian.
Mata uang dolar AS menguat terhadap seluruh mata uang negara-negara G-10 karena menjadi pilihan aset aman utama.
Sebaliknya, harga obligasi pemerintah AS (Treasury) jatuh karena data pekerjaan yang kokoh memperbesar peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed.
Koreksi massal ini menjadi pukulan besar bagi tren pasar bullish yang telah berlangsung sejak akhir Maret lalu.
Update Terbaru
Harga BBM Juni 2026 Turun, Diesel Nonsubsidi Pimpin Penurunan
Senin / 08-06-2026, 09:44 WIB
FIFA Izinkan Penonton Bawa Botol Air Minum di Piala Dunia 2026
Senin / 08-06-2026, 09:39 WIB
Kementerian PANRB Buka Lowongan Magang 2026 untuk Lima Formasi
Senin / 08-06-2026, 09:39 WIB
5 Fakta Unik Komodo yang Wajib Diketahui Sebelum Tur
Senin / 08-06-2026, 09:39 WIB
Suzuki dan Toyota Naikkan Harga Mobil Hybrid per Juni 2026
Senin / 08-06-2026, 09:37 WIB
Suzuki dan Toyota Revisi Harga Mobil Hybrid per Juni 2026
Senin / 08-06-2026, 09:37 WIB
Mengenal Wildflowering, Tren Kencan Gen Z yang Lebih Santai
Senin / 08-06-2026, 09:36 WIB
Jadwal Public Expose Live BEI 9-11 Juni 2026: Delapan Emiten Siap Paparkan Kinerja
Senin / 08-06-2026, 09:36 WIB
Bursa China dan Hong Kong Anjlok Akibat Sentimen AI Global
Senin / 08-06-2026, 09:36 WIB
Mengenal Wildflowering, Tren Kencan Santai Gen Z yang Utamakan Proses Alami
Senin / 08-06-2026, 09:34 WIB
Pelemahan Rupiah Berdampak pada Bisnis Trade Finance CIMB Niaga
Senin / 08-06-2026, 09:34 WIB
IHSG Anjlok 35,52 Persen Sepanjang Tahun, Tertekan Sentimen Global
Senin / 08-06-2026, 09:34 WIB
IHSG Anjlok 3,4% di Sesi I, Saham BBCA Justru Diborong Investor Domestik
Senin / 08-06-2026, 09:33 WIB
Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026 Demi Hari Bhayangkara
Senin / 08-06-2026, 09:33 WIB






