Telkomsel Operasikan Lebih dari 360 BTS Bertenaga Energi Terbarukan
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengoperasikan lebih dari 360 base transceiver station (BTS) yang menggunakan energi terbarukan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan.
Informasi tersebut disampaikan dalam peluncuran Sustainability Report 2025 di Jakarta pada Jumat (5/6/2026).
>>> Film The Odyssey Christopher Nolan Dapat Rating Dewasa
Inisiatif ini masuk dalam pilar "Jaga Bumi" yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.
Selain memanfaatkan panel surya pada BTS, Telkomsel juga menekan emisi melalui pengelolaan limbah elektronik dengan metode reuse dan recycle.
"Yang kami lakukan terkait penurunan emisi di alat-alat produksi kami misalnya, itu lebih ke arah bagaimana kami lebih memilih menggunakan Green BTS apabila dimungkinkan," ujar Mia Melinda, Vice President Corporate Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel.
Penerapan ESG di perusahaan ini diwujudkan melalui keputusan operasional sehari-hari, bukan melalui alokasi anggaran khusus.
Berdasarkan data internal, Telkomsel mencatatkan produksi emisi sekitar 1,7 juta ton setara karbon dioksida (CO2e).
Meskipun angka emisi tersebut berada di bawah sektor industri berat, perusahaan tetap berupaya menekan emisi di tengah peningkatan kebutuhan jaringan digital.
Inisiatif efisiensi energi yang berjalan sejak 2023 hingga 2025 telah memangkas emisi karbon hingga sekitar 83 ton.
>>> Azura, Putri Aurel dan Atta, Dirawat Usai Jatuh dari Ketinggian
"Komitmen Telkomsel untuk mengurangi karbon terus berjalan.
Ke depan kami akan mengikuti arah kebijakan emission reduction yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Abdullah Fahmi, Vice President Corporate Communications & CSR Telkomsel.
Perusahaan telah menetapkan peta jalan penguatan program keberlanjutan hingga tahun 2030. Target jangka panjang tersebut difokuskan pada perluasan infrastruktur hijau, efisiensi energi, serta adopsi teknologi rendah emisi.
"Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia," ujar Wong Soon Nam, Direktur Planning & Transformation Telkomsel.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong ekosistem industri yang lebih ramah lingkungan.
Perusahaan juga menargetkan kontribusi aktif dalam skema GoZero Telkom Group guna mendukung target Net Zero Emission nasional pada 2060.
>>> Emergence AI Uji Perilaku Model AI di Dunia Virtual, Hasilnya Bervariasi
"Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan," kata Wong Soon Nam.
Update Terbaru
Review MacBook Neo: Laptop Termurah Apple dengan Performa Memikat
Senin / 08-06-2026, 10:04 WIB
Tabel Angsuran KUR Mandiri Juni 2026: Simulasi Pinjaman Rp10 Juta hingga Rp100 Juta
Senin / 08-06-2026, 10:04 WIB
Sony Sanjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus Korupsi MBG
Senin / 08-06-2026, 10:04 WIB
Review MacBook Neo: Laptop Termurah Apple dengan Baterai Awet
Senin / 08-06-2026, 10:00 WIB
Pusat Scam di Kamboja Tetap Beroperasi Meski Klaim Pemberantasan
Senin / 08-06-2026, 10:00 WIB
Adu Mekanik! Preview Nano Machine Chapter 316 Bahasa Indonesia, Update Terbaru!
Senin / 08-06-2026, 10:00 WIB
Gugatan 3,8 Juta Bitcoin di New York Terancam Gagal
Senin / 08-06-2026, 09:59 WIB
Trump Tegaskan Konflik Israel-Iran Tak Ganggu Negosiasi Damai
Senin / 08-06-2026, 09:59 WIB
Merdeka Gold Temukan Tambahan 445 Ribu Ons Emas di Gorontalo
Senin / 08-06-2026, 09:59 WIB
OpenAI Luncurkan Lockdown Mode untuk Lindungi ChatGPT dari Serangan Prompt Injection
Senin / 08-06-2026, 09:57 WIB
Dosen Ubah Cara Mengajar karena Mahasiswa Gen Z Sulit Membaca
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB
Suzuki Luncurkan Jimny Terbaru dengan Fitur ADAS di Malaysia
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB
Hakim AS Tunda Putusan Gugatan 3,8 Juta Bitcoin Terlantar
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB
IHSG Anjlok ke Level 5.520,8, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Pelemahan Rupiah
Senin / 08-06-2026, 09:56 WIB






