Meskipun terdapat tren perlambatan jangka panjang, Bumi juga sempat dilaporkan berputar lebih cepat dan menghasilkan beberapa hari terpendek baru-baru ini.

Para ilmuwan mencatat ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi kecepatan rotasi secara sementara.

Faktor-faktor penentu tersebut meliputi pergerakan di dalam inti luar Bumi yang cair, pergeseran sirkulasi atmosfer, arus laut, serta perubahan bentuk planet.

Kompleksitas ini memicu fluktuasi dalam hitungan sepersekian milidetik.

Bumi mencatat beberapa hari terpendek sejak pengukuran modern dimulai pada tahun 2020.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya percepatan rotasi jangka pendek yang hingga kini belum dipahami sepenuhnya oleh para peneliti.

Fluktuasi singkat ini terjadi di tengah tarikan gravitasi bulan yang terus-menerus memperlambat putaran Bumi secara konstan. Namun, pencairan lapisan es akibat iklim kini semakin memperkuat perlambatan tersebut.

Studi ini memproyeksikan bahwa pada akhir abad ke-21, dampak perubahan iklim terhadap panjang hari akan melebihi pengaruh gravitasi bulan.

>>> Harga Pangan 7 Juni 2026: Cabai Rawit Anjlok, Bawang Merah Melonjak

Kondisi tersebut berpotensi terjadi jika emisi gas rumah kaca tetap bertahan di tingkat yang tinggi.