Hamilton berharap ada perubahan regulasi atau format di masa depan agar balapan legendaris ini menjadi lebih kompetitif.

"Saya harap ada cara jenius untuk membuat balapan ini lebih menyenangkan dari sudut pandang pembalap dan dari sudut pandang penggemar di masa depan," ucapnya.

Kendati demikian, Hamilton memastikan dirinya tetap mengusung target maksimal untuk mengacaukan ritme balap rivalnya.

"Saya tidak tahu, tetapi saya tetap akan memberikan segalanya dan mengganggu mereka sebisa mungkin dan mencoba memaksa mereka untuk tidak melewati tikungan-tikungan tertentu," tegasnya.

Hamilton sempat memimpin sesi latihan bebas hari Jumat, namun performa mobil Ferrari dinilai mendadak menurun menjelang kualifikasi hari Sabtu.

"Anda bisa melihat di Q1 bahwa saya tertinggal sekitar tujuh persepuluh detik atau semacam itu, dan saya harus melakukan penyesuaian besar pada sayap untuk mencoba menyeimbangkan kembali mobil karena suatu alasan," jelas Hamilton.

Ferrari langsung melakukan investigasi mendalam terkait hilangnya keseimbangan bagian belakang jet darat SF-26 milik Hamilton tersebut.

"Jadi saya tidak yakin apa yang salah.

Kita akan menyelidikinya lebih dalam, tetapi saya pikir pada akhirnya, kita kehilangan kesempatan untuk memperebutkan baris depan menjelang kualifikasi dengan keseimbangan yang kita dapatkan," kata Hamilton.

Meskipun performa mobilnya berada di batas maksimal, Hamilton tetap mensyukuri raihan posisi start ketiga.

"Jadi ini agak mengejutkan, tapi saya tetap bersyukur. Saya sudah memaksimalkan semuanya dengan keseimbangan yang saya miliki.

Mobil berada di ambang batas dan saya pun berada di ambang batas semaksimal mungkin," ujarnya.

Hamilton meyakini bahwa perubahan setelan sekecil apa pun sangat memengaruhi pengendalian mobil generasi baru ini.

"Saya rasa kami tidak salah dalam pengaturan, itulah masalahnya," kata Hamilton.