AS Alihkan Aset Iran ke Negara Teluk untuk Biaya Perbaikan Serangan Drone
Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah menyusun rencana untuk mengalihkan aset milik Iran kepada negara-negara di kawasan Teluk.
Langkah ini bertujuan mendanai pembangunan kembali dan memulihkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan Iran.
>>> FEIHE dan MAKUKU Luncurkan Susu Formula Super Premium AceKid Berbahan Susu Segar
Rencana tersebut mencuat setelah Iran meluncurkan serangan drone ke Bahrain dan Kuwait pada Sabtu (6/6).
Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah menginstruksikan jajarannya untuk menghitung total kerugian yang dialami sekutu AS.
Selain itu, AS juga mempertimbangkan penggunaan aset Iran untuk menanggulangi dampak kerusakan dari potensi serangan di masa depan.
Rencana ini muncul sehari setelah Mohsen Rezaei, penasihat pemimpin tertinggi Iran, menyampaikan pernyataan terkait prasyarat perdamaian.
Rezaei menyebut bahwa kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan sangat bergantung pada pencairan aset Iran senilai US$ 24 miliar yang dibekukan oleh AS.
Ancaman Baru di Tengah Gencatan Senjata
Hingga kini, Departemen Keuangan AS belum merinci jenis aset yang sedang diperiksa. Namun, kebijakan baru ini disinyalir tidak hanya menyasar aset Iran yang dibekukan.
Ancaman penyitaan dan pengalihan aset ini berisiko memicu konflik baru dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran yang masih rentan.
>>> Pedro Acosta Gagal Pertahankan Posisi Terdepan di MotoGP Hungaria 2026
Gencatan senjata terus diuji oleh aksi saling serang selama akhir pekan.
Upaya diplomasi menuju perdamaian juga dilaporkan menemui jalan buntu.
Seorang menteri asal Pakistan yang bertindak sebagai mediator telah bertolak ke Iran untuk menyerahkan surat khusus bagi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Sementara itu, eskalasi militer terus meningkat.
Pasukan AS menggempur fasilitas radar pesisir Iran di Goruk dan Pulau Qesh di Selat Hormuz setelah melumpuhkan drone Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pergerakan Iran membahayakan jalur maritim internasional.
>>> Tiongkok dan Australia Berpeluang Absen dari Piala ASEAN FIFA 2026
Militer AS juga mengonfirmasi telah menjatuhkan dua unit drone tempur Iran yang mengancam aktivitas pelayaran di selat strategis tersebut.
Update Terbaru
Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026
Minggu / 07-06-2026, 22:20 WIB
Suburbia Jepang: Subaru Ekspor Ascent Buatan AS ke Negeri Asal Kei Car
Minggu / 07-06-2026, 22:20 WIB
Aniplex Luncurkan Hitung Mundur Misterius Berakhir 9 Juni
Minggu / 07-06-2026, 22:18 WIB
Timnas Indonesia U-19 Tekuk Vietnam demi Tiket Semifinal Piala AFF
Minggu / 07-06-2026, 22:18 WIB
Mesin Rusak Paksa Max Verstappen Keluar dari GP Monako 2026
Minggu / 07-06-2026, 22:18 WIB
Laba Industri P2P Lending Melonjak 71,43% Jadi Rp 960 Miliar per April 2026
Minggu / 07-06-2026, 22:16 WIB
Kementerian Haji dan Umrah Kawal Penanganan Bagasi Jemaah yang Tertunda
Minggu / 07-06-2026, 22:16 WIB
BTN Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Kredit Bermasalah
Minggu / 07-06-2026, 22:16 WIB
Timnas Indonesia U-19 Ungguli Vietnam 1-0 di Babak Pertama Piala AFF
Minggu / 07-06-2026, 22:12 WIB
Max Verstappen Rebut Posisi Start Kedua di GP Monako 2026
Minggu / 07-06-2026, 22:12 WIB
Kabar Duka Peabo Bryson dan Pernikahan Mewah Dua Lipa di Italia
Minggu / 07-06-2026, 22:12 WIB
Timnas U19 Indonesia Targetkan Kemenangan atas Vietnam untuk Lolos Semifinal
Minggu / 07-06-2026, 22:12 WIB
Marjane Satrapi, Penulis Novel Grafis Persepolis, Meninggal di Prancis
Minggu / 07-06-2026, 22:08 WIB
KKP dan KITB Sepakati Penataan Ruang Laut Pesisir Batang
Minggu / 07-06-2026, 22:08 WIB






