OJK Waspadai Lonjakan Utang Rumah Tangga dan Risiko Kredit Multifinance

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti lonjakan tajam piutang pembiayaan industri multifinance ke sektor rumah tangga pada empat bulan pertama 2026.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pemburukan kualitas kredit di tengah tekanan daya beli masyarakat.
>>> Kementan Genjot Produksi Susu Nasional Lewat Investasi Sapi Perah
Berdasarkan data OJK, piutang pembiayaan multifinance secara keseluruhan tumbuh 2,08 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 514,65 triliun per April 2026.
Sektor rumah tangga memimpin pertumbuhan sebesar 28,16 persen yoy.
Produk Buy Now Pay Later (BNPL) menjadi salah satu pendorong utama dengan lonjakan mencapai 56,92 persen yoy hingga menyentuh angka Rp 12,93 triliun.
“Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh masih tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk berbagai kebutuhan konsumsi dan pembiayaan multiguna,” ungkap Agusman, Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK.
Peningkatan pembiayaan ini dibarengi oleh kenaikan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) dari 2,51 persen pada Desember 2025 menjadi 2,89 persen pada April 2026.
Kondisi pembiayaan bermasalah berpotensi kian tertekan akibat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026 yang menyasar skema bunga mengambang.
“Oleh karena itu, perusahaan multifinance perlu melakukan langkah-langkah mitigasi risiko yang diperlukan,” ujar Agusman.
>>> Dilema Kemasan Polos Vape: Hak Konsumen vs Aturan Kesehatan
OJK mengimbau industri terkait untuk memperkuat manajemen risiko, memperketat analisis kelayakan dan kualitas kredit debitur, memantau portofolio secara intensif, serta menerapkan restrukturisasi selektif.
Peneliti LPEM FEB UI, Rizki Nauli Siregar, menjelaskan adanya perlambatan pertumbuhan upah riil masyarakat dari sekitar 6 persen pada periode 2005–2017 menjadi hanya berkisar 2 persen pada periode 2018–2025.
“Artinya pertumbuhan ini tidak dirasakan oleh sebagian besar masyarakat umum yang adalah kebanyakan labor (buruh),” tutur Rizki.
Rizki menambahkan bahwa porsi konsumsi terhadap pendapatan kini membengkak dari 68 persen menjadi 75 persen. Hal ini memaksa warga menguras tabungan mereka.
“Dari mana mereka bisa membiayainya? Ternyata savings turun dan peningkatan loan juga ada.
Jadi bukan hanya kemungkinan besar mereka harus membayar lebih banyak dan juga mengambil tabungan dari yang sudah ada,” kata Rizki.
>>> Pakar Ekonomi Jagokan Timnas Prancis Juara Piala Dunia 2026
Fenomena ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional belum optimal dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan publik secara menyeluruh.
Update Terbaru
Thomas Tuchel Akui Bursa Transfer Ganggu Fokus Pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Minggu / 07-06-2026, 21:58 WIB
Produsen Elektronik Global Perkuat Produksi Kulkas di Indonesia
Minggu / 07-06-2026, 21:56 WIB
Gunko Pamer Kemampuan di Preview One Piece Episode 1166
Minggu / 07-06-2026, 21:53 WIB
Gunung Berapi Taftan di Iran Hidup Kembali Setelah 710.000 Tahun
Minggu / 07-06-2026, 21:53 WIB
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 Prancis
Minggu / 07-06-2026, 21:52 WIB
Johann Zarco Kuasai Practice MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans
Minggu / 07-06-2026, 21:52 WIB
Cara Daftar SPayLater Shopee Terbaru 2026 untuk Pemula
Minggu / 07-06-2026, 21:52 WIB
Konflik AS-Iran Picu Pelemahan Bursa Saham Timur Tengah
Minggu / 07-06-2026, 21:48 WIB
Luca Marini Kagetkan MotoGP Prancis 2026 dengan Catatan Tercepat di FP1
Minggu / 07-06-2026, 21:44 WIB
Francesco Bagnaia Ungkap Masalah Besar Ducati Jelang MotoGP Prancis
Minggu / 07-06-2026, 21:44 WIB
Veda Ega Dekati Top 10, Mario Aji Terpuruk di FP1 Le Mans
Minggu / 07-06-2026, 21:43 WIB
Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah Piala ASEAN FIFA 2026 Divisi Satu
Minggu / 07-06-2026, 21:43 WIB
Intel Luncurkan Prosesor Xeon 6 Plus untuk Infrastruktur AI
Minggu / 07-06-2026, 21:41 WIB
Aturan Runner-up Terbaik Piala AFF U-19 Buka Peluang Timnas Indonesia
Minggu / 07-06-2026, 21:40 WIB






