Tim nasional Spanyol dinobatkan sebagai kandidat terkuat peraih trofi Piala Dunia 2026 menurut prediksi Opta Supercomputer.

Prediksi ini dirilis setelah sistem melakukan simulasi turnamen sebanyak 25.000 kali. Piala Dunia 2026 dijadwalkan mulai pada 11 Juni mendatang.

>>> Lampung Cerdas Gelar Hypnotherapy Professional Workshop Juni 2026

Spanyol mencatatkan persentase kemenangan tertinggi dibandingkan 47 kontestan lainnya, yakni 16,1 persen dari total simulasi.

Prancis berada di urutan kedua dengan probabilitas 13 persen, disusul Inggris (11,2 persen) dan Argentina (10,4 persen).

Faktor Pendukung Dominasi Spanyol

Komposisi pemain yang menjanjikan menjadi alasan utama tingginya estimasi kesuksesan tim asuhan Luis de la Fuente.

Kerangka tim yang memenangkan Euro 2024 sebagian besar masih dipertahankan. Perkembangan Lamine Yamal menjadi daya tawar di lini serang, sementara kembalinya Rodri memperkuat lini tengah.

Konsistensi juga ditunjukkan oleh Ferran Torres, Mikel Oyarzabal, dan Mikel Merino yang terus memperlihatkan grafik permainan stabil.

Dalam proyeksi per babak, Spanyol memiliki peluang 75,3 persen memuncaki Grup H. Kans mereka ke perempatfinal mencapai 52,1 persen.

>>> Marc Marquez Bawa Ducati Raih Kemenangan Ke-100 di MotoGP Hungaria 2026

Probabilitas Spanyol melaju ke semifinal adalah 39 persen, peluang ke final 25,6 persen, dan akhirnya juara sebesar 16,1 persen.

Spanyol menjadi satu-satunya kontestan dengan peluang lolos babak delapan besar di atas 50 persen.

Nasib Juara Bertahan dan Tuan Rumah

Argentina sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022 hanya menempati posisi keempat dengan peluang 10,4 persen. Meski demikian, mereka tetap diperhitungkan sebagai penantang serius.

Tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—tidak masuk jajaran elit kandidat juara.

AS hanya punya peluang 1,2 persen, Meksiko 1 persen, dan Kanada bahkan di luar 20 besar.

>>> Iwan Fals Gelar Konser Perdana di Timor Leste, Sapa Ribuan Penggemar

Hasil simulasi menunjukkan angka 35,9 persen untuk potensi lahirnya juara dunia baru, mengindikasikan trofi kemungkinan besar kembali ke negara yang pernah mengoleksinya.