Pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara yang agresif menempatkan industri kreatif sebagai sektor dengan potensi ekspansi besar dalam sepuluh tahun ke depan.

Perubahan pola konsumsi digital, penguatan ekonomi kreator, dan ekspansi ekosistem hiburan modern menjadi pendorong utama.

>>> Kecelakaan Massal Warnai Start MotoGP Hungaria 2026

Pebisnis dan investor asal Jakarta, Joshua Khubani, kini menarik perhatian pelaku usaha regional karena strategi investasi lintas sektornya.

Pengusaha berusia 29 tahun itu aktif memadukan bisnis konvensional, ekosistem digital, dan teknologi baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia membangun portofolio di sektor pertanian, peternakan, hiburan, hingga infrastruktur investasi digital.

Kini fokus ekspansinya mengarah pada ekonomi kreatif, industri perfilman, platform kreator, dan infrastruktur hiburan digital di Asia Tenggara.

Langkah ini diambil karena perubahan perilaku masyarakat digital membuka peluang jangka panjang bagi industri konten dan hiburan.

"Permintaan terhadap entertainment dan digital content akan terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Masyarakat modern selalu mencari bentuk hiburan baru yang lebih interaktif, personal, dan dekat dengan digital lifestyle," ujar Joshua.

Ia juga memiliki eksposur di industri kripto dan blockchain yang memungkinkannya melihat potensi transformasi model bisnis hiburan global.

>>> Samsung Batalkan One UI 8.5 untuk Galaxy S22 dan Perangkat 2022

Salah satu proyek yang terkait dengan visi tersebut adalah SHOW Token, ekosistem hiburan berbasis AI dan blockchain yang berfokus pada ekonomi kreator dan platform komunitas.

Pemanfaatan blockchain dinilai membuka ruang baru dalam kepemilikan digital, monetisasi konten, keterlibatan audiens, dan pengembangan ekosistem berbasis komunitas.

"Perkembangan teknologi mengubah cara masyarakat mengonsumsi content dan entertainment. Blockchain dan digital ecosystem akan menjadi bagian penting dari masa depan creator economy," kata Joshua.

Asia Tenggara saat ini berada pada fase awal transformasi besar untuk industri kreatif berbasis digital.

Peningkatan jumlah kreator konten dan pergeseran interaksi komunitas online menjadi indikator utama munculnya peluang bisnis jangka panjang.

Untuk merespons peluang tersebut, strategi investasi lebih dari USD 100 juta tengah dipersiapkan untuk mendanai industri kreatif di Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia.

Alokasi dana ini mencakup produksi film, platform khusus kreator, ekosistem media, hingga pengembangan bisnis berbasis komunitas digital.

>>> Studi: Lobster dan Krustasea Merasakan Sakit Saat Dimasak

Pengamat bisnis menilai kehadiran investor yang memahami perpaduan teknologi dan komunitas digital akan memainkan peran penting dalam membentuk arah industri masa depan.